Yield Farming, Alternatif Investasi Berbunga Tinggi

Posted on February 18, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles

Hadirnya sektor DeFi seakan membawa tren baru seputar produk dan fitur yang dapat digunakan pada dunia kripto. Salah satu fitur menarik yang dimiliki oleh industri ini adalah yield farming. Dilansir Coin Market Cap, yield farming bahkan menjadi isu hangat yang paling ramai dibicarakan pada pertengahan tahun 2020 lalu. 

Menariknya, strategi ini bahkan berhasil mendorong pertumbuhan sektor DeFi yang tergolong masih sangat baru. Layanan ini membantu DeFi mengalami peningkatan market cap dari hanya 500 juta dolar AS menjadi 10 miliar dolar AS selama 2020. Angka yang sungguh fantastis, kan? 

Lantas, apa sebenarnya yield farming dan bagaimana protokolnya bekerja? 

Untuk mengenal lebih jauh mengenai yield farming dan cara kerjanya, simak ulasannya berikut ini. 

Mengenal Yield Farming

Yield Farming pada dasarnya adalah sebuah praktik menyimpan dan meminjamkan aset kripto untuk menghasilkan imbal hasil tinggi. Kemunculan yield farming bertujuan untuk memperbaiki beberapa masalah besar yang terjadi pada pasar perdagangan aset kripto saat ini. Orang yang melakukan strategi ini biasanya disebut dengan liquidity provider atau LP.

Alih-alih menyimpan uang Anda dalam deposito dan mendapatkan bunga kecil. Strategi ini menawarkan opsi yang menarik dengan passive income yang lebih besar dalam bentuk aset kripto. 

Karena strategi ini hadir dari layanan DeFi yang bersifat terdesentralisasi, siapapun dapat bergabung ke jaringan. Artinya, siapa saja dapat mencoba strategi ini untuk meminjamkan aset kripto mereka guna mendapatkan penghasilan pasif. Oleh karena itu,strategi ini dapat berpotensi mengubah cara konvensional seperti HODLing aset menjadi lebih menghasilkan. 

Strategi berbunga ini hadir sebagai alternatif untuk pengguna baru di pasar aset kripto yang berminat untuk mendapatkan penghasilan pasif dengan cara lebih mudah.

Dibandingkan dengan melakukan trading aset kripto, strategi ini sebenarnya lebih mudah dipahami dan dilakukan oleh siapapun. Dengan strategi tepat, yield farming menjadi alternatif yang lebih aman untuk para pemula di dunia kripto. 

Bagaimana Cara Kerjanya? 

Setiap platform memiliki spesifikasi dan caranya sendiri. Oleh karena itu, Anda perlu menginvestasikan waktu khusus untuk lebih memahami manfaat dari setiap platform seperti periode lock dan tingkat pengembalian yang akan dihasilkan. Namun, secara umum, dalam melakukan yield farming, Anda diharuskan untuk mengunci aset kripto ke dalam smart contract.

Kumpulan aset yang dikunci menggunakan smart contract ditujukan untuk berbagai keperluan. Anda bisa pula mengunci aset di public pool yang memungkinkan pengguna untuk meminjam dana dengan bunga. Strategi ini akan menciptakan putaran aset yang menguntungkan bagi investor. 

yield farming illustration
Pexels/Pok Rie

Keunggulan Yield Farming

Melalui strategi ini, investor mendapatkan akses Return of Investment (ROI) yang lebih besar dengan usaha yang minim. Jika Anda menjadi investor sejak awal peluncuran, Anda akan mendapatkan keuntungan paling banyak dan bunga besar sebagai bentuk apresiasi token. Agar aset dapat terus berputar, biasanya imbal hasil yang didapat akan kembali diinvestasikan ke proyek DeFi lainnya. 

Selain itu, seluruh sektor DeFi dibangun dengan interoperabilitas. Beberapa platform liquidity pool akan mengambil aset kripto Anda untuk dipinjamkan dan memantulkannya dari satu platform ke platform lainnya secara otomatis. 

Interoperabilitas ini tentu dapat meningkatkan keuntungan dan dapat memberikan lebih banyak opsi keuangan bagi pengguna. Memanfaatkan interoperabilitas merupakan cara yang sangat umum bagi investor berpengalaman untuk meningkatkan keuntungan.

Cara Melakukan Yield Farming

Walau nampak sederhana, kenyataannya melakukan yield farming tidak semudah itu. Sebelum memutuskan strategi seperti apa yang cocok dan menguntungkan, pertama-tama penting untuk mengetahui strategi apa yang cocok untuk Anda. Kemudian cari tahu apa saja platform yang menyediakan yield farming, token yang dihasilkan, dan imbal hasil yang akan diterima. 

Meskipun strategi ini terdengar menjanjikan, namun Anda juga perlu berhati-hati atas resiko yang ditimbulkan jika Anda terlalu sering melakukan strategi peminjaman ini. Anda harus tetap waspada terhadap pergerakan dan volatilitas harga yang terjadi pada aset kripto. 
Anda bisa menjadikan strategi ini sebagai alternatif dalam meraih keuntungan.

Namun, Anda tidak disarankan untuk terus menerus mengorbankan aset kripto Anda hanya untuk mendapatkan bunga dari yield farming semata.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter