STO & ICO, Apa Bedanya?

January 14, 2021

STO dan ICO

Apa itu STO?

Security Token Offering (STO) merupakan penawaran publik yang menawarkan token berlandaskan sekuritas (security tokens) di bursa kripto. Mirip dengan IPO (Initial Public Offering) yang dilakukan perusahaan ketika mulai memasarkan sahamnya ke bursa, STO juga berfungsi untuk menarik investasi berupa dana segar. Perbedaannya, IPO dilakukan di bursa saham, sementara STO di bursa kripto. 

Token Sekuritas (Security Token) yang ditawarkan dalam STO merupakan kontrak investasi yang dicatat dalam blockchain. Token yang ditawarkan dalam STO mewakili aset fisik di dunia nyata seperti emas, saham, atau obligasi. 

Dalam praktiknya, STO dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara ICO (Initial Coin Offering) yang terjadi di ranah blockchain dan IPO di bursa keuangan. STO menawarkan cara yang lebih aman untuk meningkatkan dana modal dengan cara yang sesuai dengan regulasi pemerintah, namun tetap mudah diakses secara digital. 

Bagaimana Cara Kerja STO?

Secara konvensional, saat berinvestasi di sebuah saham, transaksi itu akan dicatat dalam sebuah dokumen dan dikirimkan pada Anda. Transaksi saham tersebut juga akan dituliskan dalam sebuah sertifikat kepemilikan. Proses STO juga hampir sama. Ketika Anda berinvestasi, Anda akan mendapatkan koin atau token digital yang berisi informasi kepemilikan atas investasi aset di dunia nyata yang direkam dalam blockchain. 

Apakah STO legal?

STO diatur di bawah undang-undang sekuritas. Di Amerika, STO diatur oleh US SEC, lengkap dengan berbagai undang-undang yang mengawasi prosesnya. Salah satunya adalah menerapkan syarat partisipasi. Jual beli dan penggalangan dana di STO hanya diperbolehkan bagi investor terakreditasi dengan pendapatan tahunan 200.000 dolar Amerika Serikat atau kekayaan bersih lebih dari 1 juta dolar Amerika Serikat.

Tidak hanya di Amerika, STO juga legal di Singapura dan Swiss. Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA) bahkan telah memiliki pedoman STO sejak tahun 2018. Sementara itu di Thailand, SEC (Security and Exchange Commision) memasukkan STO berada di bawah hukum keamanan, bukan hukum aset digital. 

Di Indonesia sendiri, STO sedang dalam proses berkembang dengan aturan dan fasilitas yang disediakan oleh BAPPEBTI. Terlebih sejak 2019, Bitcoin telah dinyatakan legal oleh Dewan Pengawas Bursa Berjangka di Indonesia.

Apa itu ICO?

ICO adalah singkatan dari Initial Coin Offering. Strategi ini merupakan cara alternatif untuk mendapatkan investasi untuk meningkatkan modal dengan cara meluncurkan koin baru di blockchain. ICO menghasilkan Utility Token yang berfungsi untuk mengakses layanan di ekosistem perusahaan. Token hasil ICO diyakini akan mengalami pertambahan nilai seiring dengan berkembangnya ekosistem perusahaan. 

Perbedaan Antara STO dan ICO 

Serupa tapi tak sama, meskipun proses STO dan ICO sama-sama berlangsung di dalam blockchain, tetapi memiliki token objective yang berbeda. 

Utility Token yang dihasilkan ICO tidak memberikan hak apapun bagi pemegangnya. Jika perusahaan bangkrut, maka investor tidak dapat mengklaim kerugian yang dialami. Sedangkan Security Token memberikan privilege bagi pemegangnya sesuai dengan sekuritas yang dimiliki dan regulasi yang ada. Salah satu di antaranya adalah mendapatkan income dari bunga, dividen, atau laba, yang berasal dari aset investasi di dunia nyata yang dapat diperjualbelikan.

Selain itu, di sebagian besar negara, ICO juga tidak diatur secara ketat di bawah undang-undang keamanan seperti STO, sehingga durasi prosesnya lebih cepat dan fleksibel. Sesuai dengan namanya, Utility Token hanya menawarkan kegunaan (utility), bukan kepemilikan. Token ini berfungsi sebagai alat bayar atau media akses menuju layanan tertentu yang disediakan oleh perusahaan, misalnya untuk mendapatkan poin atau diskon tertentu. 

Perbedaan Antara STO dan IPO

Initial Public Offering (IPO) jika diartikan pada bahasa Indonesia adalah penawaran saham perdana. IPO adalah kondisi dimana perusahaan akan menjual sebagian sahamnya kepada publik atau masyarakat umum.

Proses STO mirip dengan IPO, tetapi prosesnya dilakukan secara elektronik. Alih-alih dokumen tradisional, Anda diberikan token, dan semua transaksi dicatat di blockchain. IPO menawarkan investasi dalam jual beli saham, sementara STO dapat mewakili seluruh jenis investasi yang memiliki nilai seperti saham, emas, atau obligasi.

Proses STO jauh lebih hemat biaya daripada penawaran umum perdana tradisional. Perusahaan tidak perlu melakukan IPO secara keseluruhan dan dapat memilih untuk hanya mencantumkan sebagian dari bisnis mereka. Biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih murah ketimbang IPO, dan prosesnya pun lebih fleksibel.

Apa IEO itu?

Selain ICO dan IPO, ada pula IEO. IEO atau Initial Exchange Offering adalah strategi crowdfunding baru yang dilakukan untuk project-project berbasis blockchain. Strategi ini muncul sebagai solusi alternatif ketika ICO menuai larangan di Tiongkok pada akhir 2017 lalu.  

IEO biasanya dikelola oleh bursa atau layanan penyedia jasa transaksi aset digital terpercaya, bukan dilakukan secara langsung oleh penerbit token. Penyedia jasa atau yang dikenal sebagai exchange crypto itu akan bertindak atas nama startup atau proyek yang berupaya mengumpulkan dana. 

Exchange crypto sebagai pihak ketiga mesti memastikan segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Mereka menjadi perwakilan bagi perusahaan, startup, atau proyek tertentu untuk langsung mengumpulkan dana segar di platform exchange cryptocurrency. Sebagai komisi, exchange crypto akan mengambil persentase keuntungan dari banyak token yang dijual.

Untuk Anda yang berencana memulai berinvestasi, IEO bisa menjadi alternatif yang legal dan juga lebih efisien dibandingkan dengan mengumpulkan dana sendiri melalui ICO. Proses IEO jauh lebih cepat dan fleksibel dibandingkan dengan STO. 

Investor juga yakin bahwa bursa yang dijalankan di IEO akan terus memasarkan token dan menyediakannya di pasar sekunder. Sehingga nantinya investor bisa terus melakukan jual beli token dan berkesempatan mengubah investasi mereka dari aset digital menjadi uang fiat.

Di Zipmex, kami menyediakan seluruh jenis token yang legal, sah, dan terpercaya. Seluruh token yang kami daftarkan telah melalui proses verifikasi, sehingga Anda bisa bertransaksi dengan nyaman dan aman. Zipmex bisa menjadi layanan terbaik untuk Anda karena sudah mendapatkan izin dan diatur secara regulasi oleh BAPPEBTI dan Kemkominfo. Ikuti kami di Facebook dan Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang trading dan aset digital.