Diem: Mata Uang Baru Milik Facebook

Posted on January 13, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles

Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di industri aset digital, Anda mungkin pernah mendengar tentang Diem, mata uang kripto milik Facebook. 

Nama Diem mulai muncul di permukaan sejak Desember 2020 lalu. Sebelumnya, mata uang ini lebih dikenal sebagai Libra. Seiring dengan perubahan nama mata uang, asosiasi yang menaunginya pun ikut berubah dari Asosiasi Libra menjadi Asosiasi Diem. 

Perubahan nama Diem tidak berarti merubah fungsinya. Anda yang sudah mengenal aset digital pastinya tak lagi merasa asing dengan cara kerjanya. Namun, rasanya mungkin agak sulit apabila Anda harus menjelaskan Diem pada keluarga dan sanak-saudara yang tidak memahami aset digital. Nah, berikut Zipmex akan bantu menjelaskannya untuk Anda.

Misalnya, jika nenek ingin memesan saus barbekyu dari Meksiko. Nenek harus pergi ke bank, mengirim uang, dan menunggu seminggu, sampai uang itu sampai di tujuan agar pesanannya bisa dikirimkan. Setelah uang nenek tiba di tempat pemesanan, barulah saus barbekyu dikirimkan. 

diem for grandma

Proses pengiriman yang terjadi tentu menyita banyak waktu. Bisa saja, ketika saus barbekyu tiba di rumah, nenek tidak menginginkannya lagi. Belum lagi biaya ongkos kirim yang terkadang lebih mahal dari harga saus itu sendiri.

Bayangkan jika nenek dapat membelinya lewat ponsel, mengirim uang ke toko saus dengan mudah, dan langsung mendapatkan saus tanpa menunggu sama sekali. Cepat dan mudah sekali, kan. Ditambah lagi, proses pengirimannya gratis!

Nenek juga tak perlu pusing-pusing berpikir. Tidak ada kata sandi khusus untuk diingat, tak ada pendaftaran yang membingungkan, serta tidak perlu menunggu lama. Seperti itulah cara kerja Diem. Transfer uang dan melakukan pembayaran jadi lebih mudah dan terjangkau untuk semua orang. 

Evolusi Libra Menjadi Diem

Perubahan nama Libra menjadi Diem bukan tanpa alasan. Perubahan ini salah satunya disebabkan karena sulitnya mendapat penerimaan oleh regulasi pemerintah. Seperti yang dilansir dari Wired, Presiden AS ke-45, Donald Trump menyebutkan bahwa Libra bukanlah mata uang. 

Facebook menyadari bahwa Diem tidak akan menjadi token pembayaran utama di negara maju seperti AS atau Eropa. Kendati begitu, kehadiran Diem mampu menciptakan perbedaan dalam pembayaran lintas batas dan transaksi keuangan kecil. Oleh karena itu, Facebook tetap tak menyerah. Mata uang kripto tersebut diproyeksikan akan melantai di bursa mata uang digital pada Januari 2021. 

Bagaimana Perjalanan Diem?

Seperti telah disebutkan sebelumnya, Diem pada awalnya adalah mata uang kripto Facebook yang bernama Libra. Libra dirancang sepaket dengan Calibra yang merupakan dompet digitalnya saat itu. Proyek pembuatan Libra dilakukan oleh Morgan Beller, David Marcus, dan Kevin Weil pada Juni 2019.

Kehadiran Libra seakan menjadi berita besar yang menggembirakan. Ini dibuktikan dengan banyak mitra terkenal telah mendukung hadirnya mata uang tersebut. Meski begitu, Libra tak selamanya adem ayem, muncul berbagai pro dan kontra tentang hal ini. 

penolakan diem

Sayang, nasib tidak sepenuhnya berpihak kepada Libra. Kabar besar itu rupanya juga diikuti dengan kekhawatiran pemerintah dan publik. Banyak perusahaan yang akhirnya memutuskan untuk keluar termasuk Mastercard, Visa, eBay, Stripe, Mercado Pago, Paypal, dan Booking Holding, perusahaan induk dari Booking.com, Priceline, dan Kayak.com. Vodafone menjadi mitra terakhir yang baru saja ikut angkat kaki pada Januari tahun ini.

Ditambah lagi, laporan G7 menunjukkan kekhawatiran pada Stablecoin (aset digital yang dirancang untuk meminimalkan volatilitas harga), salah satunya di dalamnya adalah Libra. Berdasarkan laporan tersebut, Libra dinyatakan dapat meningkatkan risiko terhadap ekonomi dan sektor keuangan. Sehingga, meskipun Libra kelak dapat memenuhi semua peraturan, kabarnya mata uang kripto itu tidak akan pernah bisa mendapatkan lampu hijau.

Perjalanan Diem dan stablecoin mungkin tidak semudah yang diharapkan. Namun semoga di masa yang akan datang, Diem mendapatkan koreksi pasar seperti yang apa yang publik lakukan pada Bitcoin.

Zipmex percaya bahwa regulasi dan pengawasan oleh pemerintah sangat penting untuk perkembangan industri. Saat ini Zipmex sudah memiliki lisensi dan diatur oleh BAPPEBTI dan Thai SEC, sehingga Anda tak perlu khawatir untuk berinvestasi di platform ini.  

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter