VISA Crypto API: Kolaborasi Visa Dengan Platform Perdagangan Aset Kripto

Posted on February 09, 2021 in Articles, Berita Kripto
View all Articles

Februari ini, Visa mengumumkan bahwa mereka meluncurkan pilot program bernama Visa Crypto API. 

Dilansir Pymnts, rangkaian application programming interfaces (API) dalam pilot program ini merupakan strategi untuk membawa aset kripto ke dalam perusahaan keuangan. Imbal hasilnya, Visa Crypto API akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bisa melakukan jual beli aset kripto dengan lebih mudah. 

Sebelum Visa Crypto API diluncurkan, sebenarnya Visa telah membuat kerja sama dengan 35 organisasi yang bergerak di aset kripto. Beberapa di antaranya adalah Coinbase, BitPanda, dan Blockfi. Dalam kerja sama tersebut, Visa memungkinkan pengguna aset kripto dapat memakai cryptocurrency miliknya untuk berbelanja di lebih dari 70 juta merchant di seluruh dunia. 

Cuy Sheffield,  Kepala Aset Kripto di Visa mengungkapkan bahwa di masa kini, masyarakat mulai melirik cryptocurrency sebagai ‘emas digital’. Sayangnya, pembelajaran mengenai aset kripto dinilai masih sangat minim. 

Oleh karena itu, kerja sama yang dilakukan dalam Visa Crypto API diharapkan bukan hanya memberi kesempatan trading. Tetapi, juga meningkatkan wawasan pengguna terhadap cara kerja aset kripto dan bagaimana berinvestasi di dalamnya.

Visa Crypto API card
Pixabay.com/MBatty

Crypto API Sebagai Solusi Kesejahteraan Warga Kulit Hitam

Kendati telah sering bermitra dengan organisasi aset kripto, Visa Crypto API merupakan layanan pertama yang ditawarkan Visa pada perbankan. Dalam uji coba pertamanya, Visa melakukan kerjasama dengan First Boulevard, sebuah neobank yang berfokus pada komunitas warga kulit hitam. 

Hal ini bertujuan untuk memperkecil jurang ekonomi yang dialami oleh komunitas kulit hitam. Visa Crypto API akan memungkinkan komunitas kulit hitam mengakses Bitcoin dan aset kripto lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Gen Z dan wanita milenial menjadi target utama yang disasar dalam pilot program itu. 

Dalam operasionalnya, First Boulevard akan terhubung pada mitra Visa yaitu Anchorage. 

Anchorage adalah bank digital pertama yang terhubung dengan Pemerintah. Melalui pilot program, Visa akan memantapkan dirinya sebagai jembatan antara “network-of-networks“. Salah satu caranya adalah dengan membantu pengguna dalam mengakses dan mengintegrasikan fitur aset kripto melalui API.

Dalam upayanya untuk menarik pelanggan, First Boulevard menawarkan cashback sebesar 15 persen untuk pengguna yang melakukan transaksi pada bisnis milik komunitas kulit hitam. Kedepannya, First Boulevard berencana memberikan cashback dalam bentuk aset kripto yang dapat disimpan ke rekening tabungan dengan bunga tinggi.

Selain cashback, First Boulevard juga menyediakan program pendidikan dan program penghargaan yang dapat membantu komunitas kulit hitam untuk meningkatkan kekuatan finansial. Sehingga nantinya, mereka mampu membeli dan berinvestasi aset kripto dalam skala besar.

Kolaborasi Visa di Masa Yang Akan Datang

Perhatian Visa terhadap aset kripto nampaknya tengah bertumbuh seiring dengan meningkatnya ketertarikan para pengguna. Kerja sama dengan First Boulevard dan Anchorage dalam meluncurkan Visa Crypto API bukanlah satu-satunya proyek yang tengah digarap. 

Visa juga akan bermitra dengan startup aset kripto bernama Circle untuk mengintegrasikan stablecoin USDC ke dalam platform kartu kreditnya. Sementara itu, Visa juga tengah mengembangkan kartu kredit masa depan yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima pembayaran menggunakan USDC.