Mengenal SegWit dan Fungsinya untuk Bitcoin

Posted on January 18, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles

Tahun 2017 lalu, perdagangan mata uang kripto sempat dihebohkan dengan adanya peningkatan protokol transaksi Bitcoin dengan SegWit. Kehadiran SegWit menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan. Meski begitu, nyatanya protokol baru ini mampu menjadi solusi efektivitas transaksi.

Lantas, apa sebenarnya SegWit dan seperti apa pengaruhnya terhadap Bitcoin? 

SegWit pertama kali diluncurkan pada tahun 2015. Segregated Witness atau SegWit adalah protokol yang diciptakan untuk memperkecil ukuran file transaksi Bitcoin. Sesuai dengan namanya, SegWit bertugas untuk melakukan segregasi atau pemisahan antara transaksi Bitcoin dengan digital signature (tanda tangan digital). 

Digital signature adalah bukti yang memverifikasi pengiriman Bitcoin dari sender pada penerima. Dengan cara ini, sistem Bitcoin bisa menangani lebih banyak transaksi sekaligus

Pencetus Segregated Witness

SegWit pertama kali diusulkan oleh pengembang Bitcoin, yaitu Dr. Pieter Wuille. Ia menemukan bahwa ukuran tanda tangan digital dalam transaksi Bitcoin memakan porsi 65 persen dari ukuran keseluruhan transaksi yang dilakukan. Untuk itu, ia mengajukan sebuah protokol bernama Segregation Witness atau pemisahan bukti dari transaksi. 

SegWit akan memisahkan digital signature dari data transaksi lainnya, dan memindahkannya pada akhir transaksi. Hasilnya, ukuran transaksi Bitcoin akan menjadi jauh lebih kecil ketimbang ukuran transaksi biasanya. 

SegWit pertama kali diuji coba pada Litecoin. Setelah melihat keberhasilannya, SegWit kemudian diterapkan dalam Bitcoin yang diperkenalkan dengan nama Bitcoin Improvement Proposal (BIP) 141 pada Agustus 2017.

Mempermudah Proses Transaksi (Transaction Malleability)

Selain dapat meningkatkan kemampuan Bitcoin untuk memproses transaksi, SegWit juga mampu untuk memperbaiki kesalahan fatal dalam protokol transaksi Bitcoin. Sebelum adanya SegWit, ID transaksi dari suatu transaksi dapat diubah dengan memanipulasi kode pembukaan kunci transaksi, yaitu tanda tangan digital Anda. Setelah Anda menandatangani transaksi tersebut secara digital, data tersebut dikirim melalui fungsi hash kriptografi Bitcoin yang menghasilkan kode unik transaksi.

Satu perubahan saja dalam karakter di tanda tangan digital bisa mengubah seluruh ID transaksi. Hal ini membuka kesempatan bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk merusak atau membobol identitas transaksi. Kehadiran SegWit dapat mencegah hal tersebut terjadi. 

Cara Kerja SegWit

Segwit diaktifkan melalui UASF (User Activated Soft Fork). Artinya, setiap pengguna bisa menggunakan fitur ini walaupun tidak melakukan update terkini ke versi terbaru. 

Dalam blockchain, setiap blok terdiri dari data transaksi seperti public key, jumlah BTC, serta skrip public key pengirim beserta tanda tangan digital. Tanda tangan digital merupakan salah satu poin penting dalam proses validasi transaksi. Sayangnya, tanda tangan digital menggunakan banyak ruang dalam blok yang sebenarnya dapat digunakan untuk lebih banyak transaksi.

Simak: Perbedaan Public Key dan Private Key

Sebelum adanya SegWit, ukuran blok maksimum transaksi Bitcoin adalah 1.000.000 byte (1MB). Setelah batas data tercapai, blok tersebut tidak lagi dapat menerima lebih banyak transaksi. SegWit menerapkan cara baru untuk mengukur ukuran transaksi. Alih-alih mengandalkan ukuran 1MB, SegWit mengukur blok menggunakan sesuatu yang dikenal sebagai block weight. 

Segregated Witness akan menghapus tanda tangan digital dari transaksi. Sebagai gantinya, transaksi SegWit akan memindahkan data tanda tangan digital pada akhir transaksi. Saat transaksi SegWit divalidasi oleh node Legacy, tanda tangan digital akan dihapus dari transaksi. Dengan menghapus tanda tangan dari blok utama transaksi, ukuran transaksi akan menjadi lebih kecil, sehingga memungkinkan untuk memiliki lebih banyak transaksi dalam satu blok.

Mengapa SegWit Penting Dalam Transaksi Bitcoin?

Hingga hari ini, Bitcoin merupakan cryptocurrency terbesar dan paling terkenal. Penggunanya terus bertumbuh dan skalanya makin besar. Tetapi, revolusi sistemnya belum benar-benar mampu mengakomodir dan menuai beragam kritik dari banyak pelaku perdagangan aset digital. 

Sebab, Bitcoin hanya mampu memproses 7 hingga 10 transaksi per detik pada lapisan dasar. Adanya SegWit membuat jaringan Bitcoin mampu memproses jutaan transaksi per detik. Supaya bisa menjadi solusi saluran pembayaran yang lebih aman dan lebih cepat.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter