Mengenal Hedge Fund dan Cara Kerjanya

Posted on February 03, 2021 in Articles, Investasi
View all Articles

Beberapa waktu belakangan, istilah hedge fund tengah jadi perbincangan masyarakat di Tanah Air maupun dunia. Hal ini enggak lepas dari fenomena yang terjadi di Amerika Serikat. Dilansir BeritaSatu, salah satu hedge fund di Amerika, Melvin Capital, mengalami kerugian mencapai miliaran dolar AS pada Januari lalu. 

CNBC mengabarkan, Melvin Capital mengalami kerugian sebesar 53 persen. Hal ini disebabkan oleh tindakan short-sell terhadap salah satu emiten miliknya yakni Gamestop yang diprediksi akan anjlok harga sahamnya. Sayang kenyataan berbalik melawan prediksinya. 

Saham peritel video game tersebut justru mengalami peningkatan yang signifikan hingga mencapai 1.500 persen pada bulan yang sama. Alhasil, pengelola dana investasi global tersebut mengalami kerugian yang besar. Kok bisa, ya?

Nah, langsung aja yuk kita simak langsung penjelasan lengkap mengenai hedge fund berikut ini. 

Pengertian Hedge Fund

Secara sederhana, hedge fund adalah pengelolaan dana investasi kolektif yang dilakukan oleh investor mitra. Dalam metode investasi ini, umumnya terdapat seorang manajer yang dikenal sebagai Manager Fund yang bertugas mengelola uang untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Tujuan utama dari pengelolaan dana ini adalah untuk melindungi jumlah aset agar tetap terjaga dan terhindar dari kerugian risiko pasar. Namun, seiring berjalannya waktu, metode itu juga kerap digunakan untuk meraup keuntungan dalam nominal yang lumayan besar. Buat Anda yang memiliki kantong tebal, pengelolaan dana investasi melalui hedge fund bisa menjadi salah satu alternatif yang menarik untuk dicoba.

Sejarah berdirinya Hedge Fund

Hedge fund pertama kali berdiri pada tahun 1949. Pelopor hedge fund adalah seorang penulis dan sosiologis bernama Alfred Winslow Jones. Ia mendirikan Alfred Winslow Jones’s company, atau yang dikenal juga sebagai A.W. Jones & Co.

Modal pertama yang ia berhasil kumpulkan senilai 100 ribu dolar AS. Sebanyak 40 ribu dolar AS di dalamnya berasal dari aset saku pribadi Jones. Dalam menjalankan bisnisnya, A.W. Jones & Co. menyasar sektor otomotif.

Pada periode 1950an hingga 2000an metode investasi hedge fun belum banyak dilirik oleh para investor. Barulah setelah memasuki tahun 2000an, pengelolaan dana investasi kolektif ini berkembang cukup pesat. Hingga tahun 2018, terdapat sekitar 3,2 triliun dolar AS atau setara Rp 44.827 triliun dana yang bergerak di sektor investasi hedge fund di seluruh dunia.

Tujuan Hedge Fund

Ada beberapa tujuan yang dicari oleh investor melalui metode pengelolaan dana investasi kolektif. 

Memaksimalkan imbal hasil bagi investor

Profit atau keuntungan tentu saja menjadi prioritas utama investor. Pengelolaan dana secara maksimal tentu saja menjadi hal terpenting yang mesti dilakukan hedge fund. Imbal hasil merupakan keuntungan berupa bunga atau dividen yang berasal dari investasi. 

Melalui hedge fund, investor berusaha mendapatkan imbal hasil terbaik dari aset yang mereka miliki. Nantinya nominal imbal hasil akan dibagikan secara proporsional sesuai dengan porsi modal investor tersebut. Makin besar modal yang ditanamkan, makin besar juga imbal hasil yang diterima.  

Mengeliminasi Risiko

Hedge fun memiliki kemampuan mengelola risiko yang lebih baik. Meski berinvestasi di reksa dana sama seperti Anda, hedge fund punya analisisnya tersendiri. Analisis yang tajam itulah menjadi keunggulan mereka. 

Karakteristik Hedge Fund

Hedge fund memiliki beberapa karakteristik yang mudah dikenali. Berikut ini diantaranya:

1.      Memiliki Syarat Penghasilan

Untuk bisa menjadi seorang investor kolektif, Anda perlu memiliki pemasukan yang cukup besar. Dilansir Investopedia, salah satu syarat menjadi seorang investor hedge fund adalah memiliki penghasilan sebesar 200 ribu dolar AS atau sekitar Rp 2,8 miliar (harga per 2 Februari 2021) dalam 2 tahun terakhir.

2.      Umumnya menggunakan dana pinjaman atau leverage

Hedge fund biasanya menggunakan leverage untuk mendapatkan keuntungan dari mispricing. Mispricing adalah kondisi saat sebuah aset dihargai lebih tinggi dari nilai aslinya (overvalue) atau sebaliknya (undervalue). Hedge fund juga biasanya menggunakan leverage untuk menjawab kebutuhan terhadap perubahan peluang investasi. Keuntungan yang didapatkan dari investasi nantinya akan diberikan pada investor yang bergabung dalam hedge fund. 

3.      Memiliki Struktur Biaya 

Hedge fund memiliki struktur biaya tertentu dalam aktivitasnya. Ada rasio biaya dan biaya kinerja yang dibebankan pada investor. Misalnya saja struktur biaya ‘Two and Twenty’. 

Dalam struktur ‘Two and Twenty’, manajemen aset akan dikenakan biaya sebesar 2 persen dan potongan 20 persen dari tiap profit yang dihasilkan. Biaya-biaya tersebut merupakan upah bagi manajer investasi atas pengelolaan dana yang dilakukan. 

4.      Menawarkan pilihan investasi yang lebih beragam.

Hedge Fund menawarkan fleksibilitas dalam pilihan investasi yang lebih beragam seperti forex, saham dan aset lainnya seperti tanah, rumah, atau mata uang fiat. Berbeda dengan reksa dana atau obligasi yang investasinya terbatas hanya pada beberapa pilihan saja seperti pasar uang atau saham. 

Kelebihan dan kekurangan Hedge Fund

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan yang bisa Anda pertimbangkan jika ingin mencoba metode pengelolaan dana investasi kolektif ini.

Kelebihan

  • Lebih fleksibel dalam memilih jenis investasi
  • Keuntungan yang relatif tinggi
  • Cocok untuk investasi long and short term
  • Strategi investasi yang agresif dengan diversifikasi portofolio yang matang
  • Dikelola oleh tenaga profesional yang berpengalaman

Kekurangan

  • Risiko kegagalan yang terbilang tinggi
  • Biaya yang besar
  • Ada kualifikasi dan persyaratan yang mesti dipenuhi, sehingga biasanya terbatas bagi investor dengan modal besar

Tips mendirikan Hedge Fund yang baik dan benar

Sama seperti mendirikan usaha, Anda juga perlu memikirkan strategi dan rencana yang tepat sebelum memulai bisnis hedge fund. Berikut ini adalah beberapa tips pentingnya:

1.      Ketahui bidang investasi yang mau dijalani

Dalam segala hal, Anda wajib mempelajari tentang bidang yang ingin ditekuni dalam sebelum memulainya. Begitupun dengan pengelolaan dana investasi kolektif.

Contohnya, apabila Anda ingin berinvestasi di sektor agrikultur, Anda mesti tahu setidaknya garis besar aktivitas dan hal-hal yang mempengaruhinya. Beberapa hal yang wajib dipelajari adalah potensi pasar yang ada di dalam suatu wilayah, sumber daya manusia dan prospek sektor agrikultur dalam jangka pendek hingga panjang.

2.      Jangan mengambil modal dari dana keperluan pribadi

Ada segelintir orang yang menggunakan keperluan pribadinya untuk menambah modal investasi. Padahal hal tersebut bisa merugikan diri Anda sendiri jika sewaktu-waktu modal tersebut tidak kembali ke kantong pribadi. Jadi, agar lebih aman, pisahkan antara dana pribadi dengan dana investasi.

3.      Tentukan target jangka pendek ataupun jangka panjang

Selanjutnya, Anda juga wajib menentukan target yang ingin dicapai. Apakah lebih tepat untuk jangka panjang atau jangka panjang. Sebab, strategi pengelolaan yang diterapkan pun juga akan berbeda antara jangka pendek dan panjang.

Nah, bagi Anda yang berencana untuk berinvestasi. Anda bisa mempertimbangkan hedge fund sebagai salah satu pilihan alternatif. Namun, jika Anda lebih senang melakukan investasi tanpa melibatkan pihak luar, Anda bisa langsung meluncur ke platform investasi aset digital Zipmex

Zipmex menyediakan layanan investasi dan trading untuk berbagai jenis aset kripto secara mudah, aman, dan juga nyaman. Zipmex juga sudah teregulasi oleh Bappebti dan bekerja sama dengan BitGo untuk menyediakan layanan dompet digital dengan keamanan tingkat tinggi. Jadi, tunggu apa lagi?