Mengenal Chainlink (LINK), Jaringan Oracle Berbasis Blockchain

Posted on February 03, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles

Dalam dunia mata uang kripto atau cryptocurrency, Chainlink sudah menjadi proyek yang cukup fenomenal sejak dibuat pada tahun 2017 yang lalu. Ini tidak lepas dari perannya yang mampu mengatasi beberapa permasalahan antara teknologi blockchain dan non-blockchain.

Meskipun umurnya masih terbilang muda, Chainlink sudah sangat populer di kalangan komunitas IT dunia bahkan orang awam sekalipun. Lantas, apa sih yang membuatnya begitu tenar dan bagaimana cara kerja teknologi yang satu ini?

Sejarah Chainlink

Dilansir Kraken, jaringan Chainlink diluncurkan pada Juni 2017 lalu oleh sebuah perusahaan asal Amerika Serikat, SmartContract. Whitepaper Chainlink dipublikasikan oleh co-founder SmartContract, Steve Ellis dan Sergey Nazarov bersama dengan penasihat perusahaannya Ari Juels pada September 2017. 

Chainlink adalah jaringan oracle yang terdesentralisasi. Chainlink didesain sebagai aplikasi middleware berbasis blockchain yang berfungsi sebagai perantara antara teknologi blockchain dengan teknologi non-blockchain. Jaringan ini memungkinkan smart contract terhubung dengan penyedia data off-chain seperti rekening bank umum, data feed, serta web API (Application Programming Interface).

Kemampuan itu membuat smart-contract dapat mengevaluasi variabel dalam kontrak menggunakan data off-chain. Smart-contract adalah sebuah agreement yang telah diprogram dalam sebuah sistem. 

Dalam smart-contract, sistem tertentu hanya akan dijalankan ketika kondisi dan persyaratan tertentu telah terpenuhi. Untuk dapat melakukan aktivitasnya, smart-contract membutuhkan tambahan data eksternal untuk memenuhi kebutuhan datanya. Misalnya untuk mengakses harga pasar melalui API atau melakukan replikasi atas perjanjian maupun obligasi. 

Chainlink diciptakan untuk mengatasi masalah tersebut. Caranya adalah dengan memberikan insentif pada penyedia data atau yang biasa dikenal sebagai oracles. Melalui Chainlink, data eksternal dapat diakses dengan mudah oleh smart-contract. Sehingga aktivitas yang disiapkan menggunakan smart-contract dapat berjalan lebih cepat.

Chainlink mempunyai token tersendiri yang dinamai LINK. LINK ini merupakan mata uang kripto buatan Chainlink yang tersedia pada jaringan Ethereum dengan token ERC677 yang fungsinya didasarkan pada standar token ERC20. Token ini digunakan untuk bertransaksi pada platform yang mereka miliki sendiri.

LINK akan diberikan pada node yang mengikuti aturan software dan memberikan data-data eksternal yang berguna bagi smart-contract. Sementara sebaliknya, bagi pengguna yang menggunakan transaksi berupa pengambilan data mesti membayar sejumlah LINK. LINK yang dibayarkan itulah yang akan digunakan untuk memberikan reward bagi Chainlink Node Operator. 

Dari 1 miliar pasokan token LINK yang dimiliki Chainlink, 35 persen di antaranya dijual ke bursa saat melakukan ICO (Initial Coin Offering). Sementara 35 persen lainnya digunakan untuk memberi insentif bagi Node Operator, dan sisanya didistribusikan untuk pengembangan blockchain Chainlink. 

Solusi Untuk Masalah Oracle 

Chainlink populer di kalangan pegiat IT dan komunitas pengguna mata uang kripto karena kemampuannya mengatasi masalah Oracle. Masalah Oracle bermula ketika smart-contract tidak mampu memprediksi masa depan kode yang diberikan user. 

Smart-contract memiliki sifat yang tak bisa diubah. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, program ini dapat berjalan dengan sendirinya ketika persyaratan dan kondisi dalam blockchain telah memenuhi syarat. Sehingga secara teknis, sistemnya dapat menjalankan transaksi yang transparan dengan peluang gagal yang rendah. 

Sayangnya, smart-contract cuma mampu mengolah informasi yang diberikan oleh pengguna. Jika user memberi kode berbahaya ke dalam smart-contract maka ia akan tetap mengolah kode itu sebagaimana mestinya. Kehadiran Chainlink memudahkan smart-contract untuk melakukan verifikasi data yang ada dengan data eksternal yang tersedia. 

Cara Kerja Chainlink

Chainlink berupaya membuat sistem yang lebih aman. Sistem ini dibuat dari kumpulan node individu yang berperan sebagai smart-contract guna mengumpulkan informasi yang valid dan aman. Sehingga nantinya tercipta infrastruktur smart-contract yang lebih baik dan terjamin keamanannya.

Jaringan Chainlink dapat dianalogikan sebagai ‘internet’ bagi blockchain satu dengan yang lainnya. Dengan adanya Chainlink, masing-masing blockchain dapat memaksimalkan potensinya. Seluruh data yang sebelumnya tidak terdapat di dalam sebuah blockchain aset digital tertentu, dapat masuk melalui adaptor eksternal, yakni Chainlink itu sendiri. Sehingga seluruh blockchain dapat terhubung satu sama lainnya. 

Contoh lainnya adalah Steam atau Epic Games Store yang kita kenal hari sebagai peritel video game digital. Kedua store tersebut dapat disebut sebagai middleware. Middleware tersebut memberikan infrastruktur digital kepada berbagai pihak yang mau memasarkan aplikasi mereka di dalam store tersebut.

Apa manfaatnya bagi Chainlink? Chainlink mendapat keuntungan dari seluruh pengguna yang memanfaatkan jaringannya untuk beroperasi. Chainlink menggunakan token LINK sebagai alat transaksinya. 

Jadi enggak aneh kalau perusahaan yang bermarkas di San Fransisco, Amerika Serikat, ini mendapatkan untung besar dari layanan yang mereka berikan dalam dunia mata uang kripto hari ini. Menarik, kan?

Fitur menarik yang ditawarkan oleh Chainlink

Enggak sampai di situ saja nih, Chainlink juga memiliki beberapa fitur menarik bagi para penggunanya agar lebih banyak menarik konsumen. Berikut beberapa di antaranya:

1. Reputasi

Fitur pertama yang cukup menarik adalah reputasi. Fitur ini bisa memberikan penilaian terhadap sebuah node berdasarkan banyak aspek. Mulai dari rentang waktu yang diperlukan untuk melakukan sebuah pekerjaan hingga banyaknya pekerjaan yang bisa dikerjakan dalam waktu bersamaan.

2. Tingkat keamanan yang bisa disesuaikan

Para pihak developer smart-contact yang mau menggunakan layanan dari Chainlink bisa memilih jumlah node yang ingin digunakan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Semakin banyak jumlah node yang digunakan, maka tingkat keamanannya juga akan semakin tinggi. Begitupun dengan biaya yang harus dikeluarkan akan semakin besar.

3. Aggregasi

Ketika out-of-line oracles dipilih, Chainlik akan membuat agreement dalam program dan mengirimkan data yang diinginkan. Kemudian, kontrak agregasi akan mengumpulkan data yang dikirimkan dan membuat rata-ratanya untuk menciptakan respon agregat tertimbang.

Nah itulah sedikit penjelasan singkat mengenai Chainlink dan manfaatnya di dunia aset kripto. Nah, bagi Anda yang penasaran dan berencana untuk melakukan investasi aset digital, Anda bisa menggunakan Zipmex. Zipmex merupakan platform perdagangan aset kripto yang menawarkan harga terbaik dan keamanan dompet tingkat tinggi. 

Zipmex bekerja sama dengan BitGo untuk menyediakan dompet digital dengan tingkat keamanan terbaik. Polis asuransinya pun mencapai 100 juta dolar Amerika. Menarik sekali, kan?

Kalau begitu, tunggu apalagi. Yuk, daftar sekarang!