Mengenal Airdrop dan Cara Kerjanya

Posted on January 30, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles β†’

Jika Anda tengah mempelajari perdagangan aset digital, Anda mungkin pernah mendengar istilah airdrop. Airdrop adalah pemberian aset kripto pada sebagian orang atau komunitas yang diberikan secara cuma-cuma. Dalam prosesnya, aset kripto yang dibagikan akan dikirimkan secara langsung ke wallet penerima.

Airdrop dapat terjadi melalui prosedur pembelian ICO atau penawaran oleh developer. Ketika melakukan airdrop, token biasanya disiapkan untuk pemegang blockchain yang sudah ada sebelumnya, seperti Bitcoin atau Ethereum.

Karena diberikan secara cuma-cuma, airdrop biasanya menjadi salah satu aktivitas promosi dalam marketing. Biasanya dilakukan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk aset kripto baru. Dapat pula dimanfaatkan untuk meningkatkan volume trading di platform exchange ketika pertama kali meluncur ke bursa (ICO). Alhasil, perhatian pada aset kripto tersebut akan bertumbuh.

Salah satu aset digital yang pernah melakukan airdrop secara masif adalah Auroracoin. Tahun 2014 lalu, Auroracoin (AUR) tercatat sebagai aset kripto pertama yang melakukan airdrop sebesar 31.8 AUR kepada masyarakat Islandia yang menjadi partisipan dalam pengisian data kependudukan.

Untuk melakukan airdrop, biasanya perusahaan atau penyelenggara akan mengumumkan tanggal tertentu untuk melakukan airdrop. Pada hari itu, tim yang mengoperasikan airdrop akan mengambil ‘snapshot’ dari blockchain, sehingga pemilik aset kripto atau pihak yang sudah ditentukan akan menerima e-token gratis. 

Sekilas airdrop memang tampak menarik. Namun, karena aktivitas ini merupakan hal baru di pasar kripto, belum ada regulasi konkret yang mengaturnya. Tak heran, ada banyak scam ‘berbalut’ airdrop yang terjadi di kalangan pegiat aset kripto.

penipuan airdrop adalah sering dilakukan di social media
Sumber: Pexels.com

Penipuan Airdrop

Seiring dengan kemajuan teknologi, tindak penipuan pun ikut makin canggih. Airdrop adalah salah satu modus yang paling sering digunakan oleh penipu di dunia kripto. Scammers jenis ini akan berusaha meyakinkan pegiat kripto untuk mempercayai aset baru yang akan dibagikan. Tetapi, begitu Anda selesai mengikuti apa yang diinstruksikan, barulah Anda menyadari bahwa aktivitas airdrop tersebut palsu.

Ada tiga tipe penipuan yang paling sering terjadi dengan modus airdrop. 

Pencurian Data

Umumnya penipu akan meyakinkan pengguna untuk mengakses sebuah laman atau link. Di laman tersebut, seluruh informasi rahasia Anda akan dikumpulkan.  Mulai dari media sosial yang digunakan beserta dengan kata sandinya, alamat email, hingga akses wallet. Informasi-informasi tersebut lantas akan dijual ke pihak ketiga atau digunakan untuk phishing.

Pencurian Private Key

Tiap wallet aset kripto memiliki private dan public key. Public key adalah kunci yang bisa dibagikan ke pengguna lain untuk melakukan transaksi pengiriman. Sementara private key menyimpan rahasia dari wallet aset kripto Anda. 

Dalam airdrop, perusahaan atau pihak yang akan membagikan aset kripto akan meminta public key, bukan private key. Memberikan private key pada orang lain berarti membuka peluang bagi wallet Anda untuk diretas. Anda sebaiknya mencurigai pihak-pihak tertentu yang meminta akses private key dengan alasan airdrop

Penipuan Referral

Memberikan atau mendapatkan kode referral untuk mendapatkan promo atau diskon tentu bukan barang baru. Ada banyak platform yang menerapkan hal serupa untuk meningkatkan jumlah pengguna atau volume transaksi dalam bisnisnya. Cara itu pula yang kemudian diikuti oleh penipu untuk mendapatkan keuntungan.

Mereka akan meminta Anda untuk mengisi form tertentu dalam sebuah laman. Setelah itu, informasi pribadi Anda akan digunakan untuk mendaftarkan diri dan membuat akun di platfrom berbeda. Nantinya mereka akan menggunakan kode referral yang ada untuk mendapatkan  keuntungan pribadi. 

Kasus penipuan airdrop terbesar yang pernah terjadi adalah OmiseGo. Sebuah perusahaan menjanjikan akan melakukan airdrop untuk tokennya yang diberi nama OMG pada 2017 lalu. Tapi karena beberapa alasan, airdrop tersebut ditunda. 

Ada banyak orang yang tertarik dan menantikan airdrop tersebut. Apalagi di masa itu, campaign airdrop OmiseGo sudah populer di Twitter, Telegram, dan beberapa forum aset kripto.

Popularitas itu dimanfaatkan oleh scammers untuk mengambil keuntungan. Mereka menciptakan akun Twitter palsu dan situs-situs tertentu untuk membujuk pengguna menyerahkan private key mereka. Penipuan itu baru diketahui setelah 300 ETH dicuri dari partisipan.  

Jenis-jenis Airdrop

Airdrop seringkali digunakan sebagai ajang promosi. Berdasarkan cara mendapatkannya, airdrop terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 

  • Standard airdrop, airdrop jenis ini hanya mengharuskan Anda mendaftar untuk mendapatkan updates atau newsletter melalui situs penyedia. Anda hanya perlu mendaftarkan nama dan alamat email saja.
  • Bounty airdrop, airdrop jenis ini biasanya mengharuskan Anda melakukan beberapa hal di media sosial seperti men-tweet tautan situs web atau mengajak followers untuk berpartisipasi dalam airdrop. Anda akan diberi hadiah aset kripto untuk setiap tugas yang berhasil Anda selesaikan.
  • Holder airdrop, airdrop ini mengharuskan Anda untuk memiliki aset kripto tertentu yang disimpan di digital wallet Anda, contohnya seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH). Anda akan menerima aset yang di-airdrop sesuai dengan rasio yang ditetapkan oleh penyedia airdrop.
  • Exclusive airdrop, Airdrop eksklusif biasanya dikelola dan di hosting oleh situs web dan akun media sosial yang memiliki banyak pengikut. Anda sebagai anggota situs, atau pengikut akun media sosial tersebut tentu berhak untuk berpartisipasi dalam airdrop yang eksklusif ini.

Kehadiran Pemburu Airdrop

Developer aset kripto umumnya ingin token mereka digunakan sebanyak mungkin untuk meningkatkan awareness dan memperluas jaringan mereka. Developer aset kripto, terlebih aset baru, bahkan sering memberikan token gratis sebagai ajang promosi. Hal ini tentunya seringkali dimanfaatkan oleh pemburu airdrop. Mereka akan dengan senang hati meluangkan waktu untuk memberikan alamat email atau klik β€˜like’ di media sosial dengan imbalan token gratis yang suatu hari mungkin dapat bernilai besar.


Tak sembarang berburu, mereka biasanya mengklaim sebanyak mungkin proyek token berkualitas. Mereka juga akan menghindari token tak berguna yang dapat berlipat ganda di luar batas hard cap, atau token yang memiliki limit waktu sangat terbatas setelah diterima. Dengan menjadi pemburu airdrop, mereka akan mengikuti begitu banyak aset kripto, memantau banyak akun pribadi, proyek, dan task yang harus dilakukan untuk mendapatkan airdrop.