Mengenal 7 Proyek Kripto Berbasis Ethereum

Posted on February 16, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles

Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu bahwa Ethereum bukan sekadar aset digital biasa. Ada banyak hal yang bisa diwujudkan melalui aset digital ini. Mulai dari token hingga aplikasi terdesentralisasi (dApps). Tidak sedikit token populer dalam dunia aset digital merupakan proyek kripto berbasis Ethereum.

DApps dan token biasanya diciptakan untuk memecahkan masalah yang ditemui dalam dunia kripto maupun dunia nyata, dengan memanfaatkan teknologi blockchain. Jika Anda adalah penggemar ETH, Anda perlu tahu beragam ide luar biasa yang dikembangkan dalam proyek kripto berbasis Ethereum ini. Terlebih karena proyek-proyek tersebut dapat memberi nilai tambah di kemudian hari pada Ethereum (ETH). 

Berikut adalah beberapa contoh proyek kripto terbaik di blockchain Ethereum.

MakerDAO (MKR)

MakerDAO (MKR) adalah salah satu proyek kripto berbasis Ethereum pertama dan paling terkenal yang berfokus pada keuangan desentralisasi (DeFi). Tujuan utama MakerDAO diciptakan adalah untuk memfasilitasi “kebebasan finansial tanpa volatilitas”.

Oleh karena itu, Maker memberikan ruang pada penggunanya untuk meminjam dan memberi pinjaman secara lebih efisien. Sepintas mungkin nampaknya tak berbeda dengan layanan keuangan tradisional. 

Perbedaannya terletak pada layanan smart contract yang mengelola pinjaman dan pemberian pinjaman dalam sistemnya. Termasuk juga dua stablecoin yang digunakan untuk mengatur nilai pinjaman, yaitu DAI dan MKR. 

Baca juga: 5 Token DeFi Paling Populer untuk Alternatif Investasi

Bancor (BNT)

Bancor (BNT) adalah salah satu token paling menarik untuk digunakan dalam blockchain Ethereum. BNT didesain untuk membantu pengguna melakukan konversi berbagai token mata uang virtual secara langsung dan instan tanpa perlu menukarnya dengan cryptocurrency lainnya.

Ada banyak koin koin kecil yang tidak likuid di pasar perdagangan aset kripto. Hal ini disebabkan oleh kapitalisasi pasar dan keberadaan koin tersebut di bursa. Sehingga, biaya transaksi yang dibebankan pada pengguna jadi lebih tinggi ketimbang biaya aset kripto lainnya.

BNT membantu trader yang ingin bertransaksi dengan koin kecil atau mikro melalui smart token dan teknologi smart contract. Fitur-fitur tersebut akan membantu pengguna untuk membuat token atau aset digital baru. Karena smart token ini dapat menyimpan dan memperdagangkan token cadangan. Sehingga nantinya, koin itu dapat dijual maupun dibeli dengan biaya minim.

proyek kripto berbasis ethereum
Pexels/Alesia Kozik

Chainlink (LINK)

Chainlink (LINK) adalah jaringan oracle yang terdesentralisasi. Artinya, LINK dapat menghubungkan smart contract dengan data yang bersifat real-time seperti informasi harga saham atau data yang didapatkan dari IoT (internet of things). Smart contract memanfaatkan data tersebut untuk menjalankan instruksi yang telah ditentukan sebelumnya. Misalnya, pembayaran klaim asuransi jika terjadi kecelakaan.

LINK didesain sebagai aplikasi middleware berbasis blockchain yang berfungsi sebagai perantara antara teknologi blockchain dengan teknologi non-blockchain. Jaringan ini juga memungkinkan smart contract terhubung dengan penyedia data off-chain seperti rekening bank umum, data feed, serta web API (Application Programming Interface).

Baca juga: Mengenal Chainlink (LINK), Jaringan Oracle Berbasis Blockchain

Augur (REP)

Augur (REP) adalah seperangkat open-source smart contract yang memiliki dengan kode soliditas yang dapat digunakan pada blockchain Ethereum. Diluncurkan pada 2018, Augur adalah protokol peer-to-peer (P2P) yang memungkinkan siapa saja membuat prediksi pasar mereka sendiri. 

Pengguna dapat menerima pembayaran saat mereka memprediksi kondisi pasar dengan benar. Selain itu, Augur bertindak sebagai oracle terdesentralisasi. Oracle merupakan sumber yang memberikan verifikasi kejadian dunia nyata. Augur (REP) dibangun di atas blockchain Ethereum.

EtherTweet

EtherTweet merupakan aplikasi terdesentralisasi (DApps) kreatif yang bertindak sebagai platform pesan dan micro-blogging tanpa sensor yang dijalankan pada blockchain Ethereum. Meskipun EtherTweet sangat mirip dengan Twitter, kedua aplikasi ini sangat berbeda. 

Perbedaannya adalah EtherTweet dapat menyimpan semua pesan pengguna di blockchain, dan menghapus semua bentuk sensor pada platform. Selain micro-blogging, pengguna juga dapat mengirim dan menerima Ethereum menggunakan fungsi donasi layanan. 

Saat ini, platform tersebut hanya tersedia di web client. Namun, EtherTweet tengah berupaya untuk membuat aplikasi seluler berfitur lengkap seperti kompetitornya.

AAVE

Sama seperti MakerDAO, AAVE merupakan platform peminjaman terdesentralisasi. Proyek kripto berbasis Ethereum ini memudahkan pengguna dalam memberikan pinjaman, meminjam, serta mendapatkan bunga atas aset kripto tanpa perantara.

Dengan menggunakan blockchain Ethereum, AAVE dengan sistem smart contract memungkinkan aset dikelola oleh jaringan komputer terdistribusi. 

Artinya, pengguna AAVE tidak perlu menggunakan lembaga atau pihak tertentu untuk mengelola dana yang dimiliki. Mereka hanya perlu percaya bahwa kode yang tertera pada smart contract akan dijalankan seperti ketentuan yang tertulis. 

Menariknya, baru-baru ini, AAVE mendapatkan pendanaan sebesar 25 juta dolar AS. Pendanaan tersebut didapatkan dari perusahaan modal ventura terkemuka, Blockchain.com dan Blockchain Capital.

Uniswap

Uniswap merupakan crypto exchange yang terdesentralisasi dan juga merupakan bagian dari proyek kripto berbasis blockchain Ethereum. Platform ini diatur oleh satu otoritas yaitu perusahaan yang mengoperasikan bursa. 

Uniswap mengharuskan pengguna untuk menempatkan dana di bawah kendali mereka dan menggunakan sistem order book untuk memfasilitasi kegiatan trading.

Seperti kebanyakan proyek aset kripto pada umumnya, Uniswap juga menganut sistem yang sepenuhnya terdesentralisasi. Itu artinya, proyek ini tidak dimiliki dan dioperasikan oleh pihak tertentu. Selain itu, Uniswap juga menggunakan jenis model trading yang relatif baru yang disebut protokol likuiditas otomatis.

Tertarik dengan beragam proyek kripto berbasis Ethereum? Anda bisa mencari tahu lebih lanjut proyek-proyek ini secara langsung di platform Zipmex

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter