Mengapa Ripple Tak Bisa Ditambang?

Posted on January 20, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles

Hadir pada 2012, XRP atau yang lebih populer dikenal sebagai Ripple menjadi salah satu mata uang digital paling populer di bursa kripto. Mata uang berlogo X itu berhasil mengamankan posisinya di tempat ketiga setelah Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Kemampuannya menjadi sarana investasi saja dan payment settling untuk transaksi cross-border (lintas negara) menarik minat banyak investor. Sayangnya, berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang bisa dimiliki dengan cara mining atau ditambang, XRP tidak dapat diperoleh melalui cara yang sama.

Mengapa?

Dilansir dari berbagai sumber, setidaknya ada tiga alasan yang membuat Ripple tak bisa ditambang. Berikut ulasannya!

Diciptakan Sebagai Layanan Keuangan

Dilansir Investopedia, Ripple sejak awal tidak dirancang untuk menjadi mata uang digital. Aset kripto ini sengaja disiapkan untuk melayani industri keuangan, terutama perbankan. Mata uang digital tersebut didesain untuk menunjang kebutuhan pengiriman dana. Sehingga, fokusnya bukanlah sebagai aset investasi, melainkan layanan blockchain yang kuat.

Ripple berfokus untuk menyediakan layanan B2B (business-to-business) dan P2P (peer-to-peer) transfer. Mengandalkan fitur xRapid dan xCurrent, Ripple meningkatkan kemampuan transaksi keuangan bagi perusahaan yang menggunakan layanannya. Hasilnya, pengiriman dana melalui Ripple memiliki durasi yang lebih cepat dan lebih murah ketimbang cryptocurrency maupun bank konvensional.

Dari awal kemunculan hingga saat ini, ada sekitar 100 institusi keuangan yang dilayani Ripple. Beberapa di antaranya adalah NC Financial Services Group, Bank of America, dan Banco Santander.

Bersifat Sentralisasi

Berbeda dengan Bitcoin atau cryptocurrency lainnya yang bersifat desentralisasi, Ripple justru menganut paham sentralisasi. Aset digital itu tetap menggunakan pihak ketiga yakni perusahaannya dan beberapa pihak lainnya untuk melakukan validasi dalam transaksi.

Bukan cuma itu saja, XRP juga dibuat, dimiliki, serta dikontrol oleh perusahaan asal Amerika Serikat yang menaunginya, Ripple Labs. Hal ini tentu sangat berbeda dengan Bitcoin yang bahkan tak diketahui dengan pasti pembuat, pemilik, dan pengendalinya. Seluruh kemudahan dan kerja sama yang ditawarkan Ripple (XRP) dalam layanannya juga tak bisa secara langsung tanpa campur tangan Ripple Labs.

Ripple
Sumber: Pexels/Worldspectrum

Jumlahnya Diatur Perusahaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, XRP menganut sistem sentralisasi atau sistem pembayaran terpusat. Seluruh transaksinya diatur dan dikendalikan oleh Ripple Labs. Sehingga, sama seperti dengan mata uang fiat, jumlah XRP yang beredar juga dikendalikan oleh perusahaan. Satu-satunya pihak yang dapat menghasilkan XRP adalah perusahaan pembuatnya.

Jumlah maksimum XRP yang telah dicetak dan beredar adalah 100 miliar. Dari jumlah keseluruhan tersebut, sebanyak 25 persen di antaranya diberikan pada pendiri Ripple Labs. Sisanya, 55 miliar XRP disimpan ke dalam rekening cadangan, sebanyak 38,7 miliar XRP didistribusikan ke market, dan sekitar 6,25 miliar disimpan langsung oleh perusahaan.

Dalam kondisi tertentu, perusahaan akan melepaskan cadangan XRP mereka secara perlahan-lahan ke pasar. Hal ini tentu saja berbeda dengan Bitcoin. Aset digital tertua itu memberikan ruang bagi penggunanya untuk menambah aset mereka dengan menambang.

Perbedaan itulah yang sering kali membuat XRP disebut-sebut sebagai aset kripto yang tak sepenuhnya cryptocurrency.

Cara Mendapatkan Ripple (XRP)

Lantas, kalau tak bisa ditambang, bagaimana cara memiliki XRP?

Hanya ada satu cara untuk bisa mendapatkan Ripple (XRP), yaitu dengan melakukan pembelian melalui platform digital aset exchange. Tidak ada pihak ketiga, perusahaan, maupun software tertentu yang bisa menambang atau memperjualbelikan XRP.

Hati-hati, jangan sampai terjebak!

Apabila ada perusahaan, platform, atau software tertentu yang menawarkan XRP atau layanan mining, Anda harus aware. Sebab, kemungkinan besar layanan tersebut adalah penipuan.

Supaya tidak salah berinvestasi, Anda bisa menghubungi Zipmex. Di Zipmex, Anda bisa melakukan pembelian maupun investasi XRP dengan tenang, aman, dan nyaman. Selain itu, tersedia pula aset digital lainnya seperti USDC, USDT, xBullion, serta beragam altcoin.

Untuk itu, segera daftarkan diri Anda menjadi ZipMember atau ZipCrew untuk berinvestasi melalui Zipmex dan dapatkan beragam keuntungannya! Biaya transaksinya juga murah, lho. Hanya 0,2 persen saja per transaksi. Kamu juga bisa mempelajari pasar secara mendalam dan menyusuri strategi investasi yang tepat untuk anda.

Yuk daftar Zipmex sekarang!

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter