Melihat Manfaat Aset Kripto di Industri Musik

Posted on February 21, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles

Popularitas aset kripto kian menjulang. Aset kripto memiliki kekuatan untuk meningkatkan inklusi keuangan. Dan tanpa disadari, aset digital ini mengubah kehidupan banyak orang di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkannya. 

Berkembangnya teknologi dan popularitas aset digital ini juga ternyata mempengaruhi industri musik. Saat ini, aset seperti Bitcoin dan non-fungible token (NFT) mulai melakukan penetrasi pada industri musik.

Seperti apa kemudahan yang ditawarkan aset kripto di industri musik? Simak ulasannya berikut.

Efisiensi Pembayaran Royalti Pada Artis

Salah satu manfaat aset kripto di industri musik adalah mengurangi jumlah perantara dari proses penjualan ke layanan streaming musik. Platform streaming telah memberikan efisiensi bagi penggemar musik untuk dapat mendengarkan berbagai jenis genre dan musisi serta menciptakan perantara baru antara artis dan penggemar.

Pembayaran royalti dalam industri musik bukan hanya terjadi di layanan streaming saja. Permasalahan royalti dalam industri musik juga terjadi dari label pada artis. Proses pembayaran royalti mesti melibatkan berbagai pihak pembayaran tagihan seperti, vendor dan platform software yang digunakan. Ditambah lagi manajemen artis yang harus melakukan pemeriksaan ulang semua dokumen yang diperlukan.

Oleh karena itu, kehadiran aset kripto bagi industri musik terasa sebagai angin segar. Aset kripto dalam industri musik berperan memangkas berbagai pihak perantara dan artis. Sehingga artis bisa mendapatkan royaltinya langsung melalui penjualan album. 

Salah satu artis yang sudah berencana untuk menggunakan aset kripto sebagai metode pembayaran adalah Snoop Dogg. Ia membuat cuitan melalui akun Twitter miliknya bahwa ia akan meluncurkan album terbarunya yang dapat dibeli menggunakan Bitcoin.

Snoop dogg menggunakan aset Kripto di Industri Musik

Mendekatkan Musisi dan Fans 

Salah satu strategi termudah agar aset kripto dan blockchain jadi lebih mudah dipahami penggemar musik adalah melalui koleksi digital dalam bentuk NFT (non-fungible token). Meskipun digambarkan sebagai token, NFT memiliki kapabilitas unik yang benar-benar mampu menyimpan aset dan informasi 

NFT juga dianggap istimewa karena tidak dapat disalin dan memiliki likuiditas tinggi.

NFT juga dapat menjadi cara baru untuk penggemar dapat berinteraksi langsung dengan idola mereka. Jika penggemar membeli karya seni melalui NFT, mereka dapat mengetahui bahwa karya itu asli atau tidak karena mereka dapat melihat historisnya dan siapa saja yang pernah menjadi pemiliknya.

Penggunaan NFT sebagai merchandise sudah mulai populer di kalangan artis, khususnya di komunitas EDM. Deadmau5 bermitra dengan Worldwide Asset eXchange (WAX) pada Desember 2020 untuk merilis seri NFT terbatas mereka dalam koleksi digital. 

Bukan cuma Deadmau5 saja, RAC juga turut menggunakan teknologi NFT sebagai ajang promosi musiknya. Ketika RAC baru sedang mencari cara untuk merilis vinyl, DJ bernama asli André Allen Anjos ini memutuskan untuk bermitra dengan marketplace kripto bernama Zora untuk membuat token $TAPE yang ditautkan pada kaset edisi terbatas. RAC dan Zora membuat 100 kaset. 

Orang-orang dapat membeli dan menjual token $TAPE untuk mendapatkan kaset katya RAC. Jika pembeli memutuskan untuk menukarkan token mereka, mereka akan dikirimi kaset melalui pos. 

Selain itu, band asal Portugal, The Man juga menjadi artis mainstream pertama yang membuat NFT nya sendiri. Band ini meluncurkan token PTM pada Januari 2021 lalu. Token tersebut dibuat untuk memberikan akses bagi penggemar untuk mendapat arsip rekaman live dan rekaman yang akan diperbarui secara berkala.

Memberi Pengalaman Baru untuk Artis dan Penggemar

Proyek yang didukung blockchain juga dapat menciptakan pengalaman baru yang lebih interaktif dan bermanfaat untuk penggemar musik. Salah satu bentuk kolaborasi aset kripto di industri musik berikutnya adalah hadirnya platform-platform unik yang menggunakan teknologi blockchain

Platform Inmusik misalnya, layanan jni memiliki sistem serupa yang memberi reward secara langsung kepada pengguna dengan Sound Coin ($OUND) untuk mengatur peringkat artis. Selain Sound Coin, Warner Music telah bergabung dengan dalam jaringan blockchain baru yang disebut Flow, yang dibuat oleh Dapper Labs. 

Hadirnya Flow bertujuan untuk  menciptakan cara baru untuk penggemar musik dapat menjelajahi fandom mereka dan terlibat langsung dengan idola secara langsung. Kemunculan Flow memberikan pengalaman baru bagi artis dan juga penggemarnya.

Menghindari Calo Tiket Acara Musik

Munculnya NFT dalam industri musik ternyata juga dapat membantu penjualan tiket jadi lebih mudah dan menarik. Cara itu dapat mengurangi sirkulasi tiket acara musik yang seringkali dijadikan peluang bagi pasar sekunder atau calo.

Tiket dalam bentuk NFT bertujuan untuk memberantas scalping dan calo tiket yang kerap merugikan penonton. Tiket berupa NFT juga mengembalikan kekuasaan ke tangan penggemar dan artis, tanpa harus menghilangkan ruang bagi promotor venue dan reseller untuk mendapatkan keuntungan.

Melalui tiket NFT, Anda dapat melihat  jumlah kursi yang ada, baris dan nomor kursi yang tersedia, batasan usia yang untuk membeli tiket, serta harga kursi. Selain itu NFT dapat menyediakan informasi apakah tiket dapat dijual kembali dan berapa kali tiket tersebut bisa diperjualbelikan. 

Penerapan penggunaan tiket dalam bentuk NFT dapat dengan mudah diterapkan karena sudah ada perusahaan yang mampu menyediakan jasa untuk itu. Salah satu penyedianya adalah Yellowheart, perusahaan tiket yang dibangun pada 2018 oleh Josh Katz. 

Yellow Heart merupakan perusahaan sirkulasi tiket pertama yang menerapkan teknologi kripto dalam layanannya. Tim Yellowheart menghabiskan sebagian besar tahun 2019 untuk mengembangkan teknologi untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. 

Tadinya, mereka berencana meluncurkan layanan penjualan tiket berbasis kripto pada 2020, namun sayangnya keputusan itu terhalang pandemi. Saat ini, mereka hanya bisa menunggu hingga muncul kepastian kapan konser musik bisa dilangsungkan kembali.

Penggunaan Aset Kripto di Industri Musik di Masa Depan

Untuk saat ini tentu masih banyak ruang untuk penyesuaian dan perkembangan untuk kolaborasi ciamik ini. Dari sudut pandang seniman, penjualan tiket berbasis kripto dapat menghasilkan pendapatan yang relatif lebih tinggi. Hal yang sama juga berlaku untuk pendengar dan penggemar yang kini dapat menikmati keuntungan melalui beberapa platform musik yang terdesentralisasi.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter