Kripto vs Saham: Investasi Mana yang Lebih Menguntungkan?

Posted on February 11, 2021 in Articles, Investasi, Kriptopedia
View all Articles

Investasi kini menjadi salah satu kebutuhan primer dan gaya hidup. Berinvestasi memungkinkan Anda memiliki pendapatan tambahan dari beragam aset. Investasi juga memudahkan Anda untuk mempertahankan nilai valuasi aset dari inflasi.

Di antara beragam jenis investasi, aset kripto menjadi salah satu pilihan menarik masa kini. Selain karena nama besar Bitcoin, potensi keuntungan menjadi salah satu alasan aset kripto menjadi pilihan investasi lainnya di luar saham, emas, dan properti.

Dari segi popularitas, investasi aset kripto mungkin masih kalah saing dengan saham. Namun, seiring dengan meningkatnya nilai Bitcoin dan minat masyarakat, investasi aset kripto semakin dilirik. 

Sejarah Investasi Saham 

Saham merupakan sebuah dokumen yang bisa menunjukan bahwa seseorang atau korporasi memiliki kepemilikan dalam sebuah perusahaan. 

Jadi, semakin banyak saham yang dimiliki oleh investor, maka persentase kepemilikan perusahaan tersebut juga akan semakin besar. Sebagai imbalannya, para pemegang saham berhak mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen di setiap periodenya dan juga capital gain.

Untuk mulai berinvestasi saham, Anda perlu mendaftarkan diri ke platform yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).Setelah mendaftarkan diri, Anda bisa mengakses semua informasi mengenai pasar modal melalui aplikasi yang disiapkan oleh platform yang Anda pilih.

Meskipun kita sering mendengar bahwa harga saham sebuah emiten itu disebut dalam jumlah per lembar. Namun, untuk memulai transaksi jual-beli Anda minimal harus membeli sebanyak 100 lembar saham atau sebanyak 1 lot.

Investasi permodalan dalam bentuk saham sendiri memiliki sejarah yang lebih panjang dibandingkan kripto. Investasi saham diawali pada tahun 1300an di Venesia. Dilansir Investopedia, para pemberi pinjaman uang di Eropa memperdagangkan sekuritas pada masyarakat untuk menurunkan risiko dari pinjaman dan bunga tinggi. Sistem ini kemudian berevolusi dan para pelakunya dikenal sebagai broker. 

Kemudian pada tahun 1513, Belgia meluncurkan bursa efek di Antwerp. Bursa efek dibuat sebagai tempat bertemunya pialang dan pemberi pinjaman untuk kebutuhan bisnis, pemerintahan, dan utang-piutang individu. 

Kemitraannya berbentuk bisnis dan permodalan dengan imbal hasil berupa pendapatan. Tetapi, belum ada bentuk resmi yang bisa dipindahtangankan. Seiring waktu, sistem permodalan mengalami revolusi sesuai dengan kebutuhan pasar. 

Bursa saham resmi pertama dibentuk di Amsterdam, Belanda, pada 1602. Bursa efek tersebut didirikan oleh Dutch East India Company (Verenigde Oostindische Compagnie) atau yang dikenal sebagai VOC. Amsterdam Stock Exchange adalah bursa efek tertua dan menjadi yang pertama memperdagangkan saham dan obligasi secara resmi di dunia. 

Sejarah Investasi Aset Kripto

Aset kripto yang biasa digunakan untuk bertransaksi ataupun berinvestasi virtual dalam jaringan internet. Beberapa aset kripto yang paling populer antara lain adalah Bitcoin, Ethereum dan Litecoin. 

Sedikit berbeda dengan saham yang bisa mendapatkan keuntungan dari capital gain dan dividen. Pemilik aset kripto bisa mendapatkan keuntungan dari profit trading serta pendapatan dari proyek-proyek yang dikerjakan menggunakan cryptocurrency tersebut.

Untuk mulai berinvestasi kripto, Anda bisa menggunakan berbagai platform digital yang tersedia. Di Indonesia sendiri, platform yang berhubungan dengan aset kripto mendaftarkan diri ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Investasi aset kripto diawali peluncuran Bitcoin pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Kemunculan Bitcoin kemudian disusul oleh berbagai aset kripto lainnya seperti Litecoin (hardfork Bitcoin) dan Swiftcoin. 

Platform exchange aset kripto pertama adalah Mt.Gox. Platform dari Tokyo ini beroperasi antara tahun 2010 hingga 2014. Sepanjang masa operasionalnya, MT. Gox menangani 70 persen transaksi investasi dan trading di seluruh dunia. MT. Gox bahkan sempat menjadi leader platform exchange dan perantara transaksi Bitcoin terbesar di dunia. 

Baca juga: Sejarah Cryptocurrency: Lika-liku Aset Kripto

Perbandingan Investasi Kripto vs Saham


Sumber: Pixabay

Kelebihan

Masing-masing investasi memiliki kelebihan tersendiri bagi para pemilik dan penggunanya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Kripto

  • Harga yang berpotensi meningkat tinggi di masa mendatang
  • Investor yang relatif masih sedikit
  • Biaya transaksi yang relatif rendah
  • Bisa digunakan untuk transaksi di luar negeri
  • Tidak adanya pihak ketiga yang mengatur transaksi atau memanipulasi data
  • Harga meningkat di tengah kondisi pandemi

Saham

  • Regulasi dan aturan yang jelas
  • Pilihan industri emiten yang bervariasi
  • Mendapatkan dividen secara rutin setiap periodenya
  • Memiliki hak untuk mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham
  • Aman dari tindak pencurian aset

Kekurangan

Selain keuntungan, tiap jenis investasi memiliki kekurangan masing-masing. Sebelum memutuskan investasi yang akan dipilih, Anda harus mengetahui risiko yang akan dihadapi. 

Aset Kripto

  • Risiko legalitas: Regulasi dan peraturan Pemerintah yang berlaku di suatu wilayah
  • Risiko likuiditas: Kemudahan aset kripto untuk diperjualbelikan dan konversi ke valuta  lainnya
  • Risiko pasar: Harga jual beli aset di bursa perdagangan
  • Risiko operasional: Kendala teknis yang terjadi di platform exchange yang digunakan
  • Risiko serangan siber: Tindak pencurian aset kripto

Saham

  • Risiko pasar: Fluktuasi harga yang terjadi di pasar modal akibat berbagai faktor, seperti sentimen publik, nilai tukar mata uang asing, suku bunga, pandemi, dan komoditas
  • Risiko suspensi: Pemberhentian transaksi perdagangan akibat faktor tertentu
  • Risiko delisting: Hilangnya daftar nama sebuah perusahaan dalam pasar perdagangan karena faktor tertentu
  • Risiko dividen: Pembagian keuntungan yang bisa saja tidak diberikan karena faktor tertentu
  • Risiko keamanan: Kondisi keamanan dan politik sebuah negara tempat Anda berinvestasi

Dari kelima poin di atas kita bisa melihat bahwa masing-masing pilihan investasi memiliki risikonya tersendiri. Anda bisa mengatur strategi semaksimal mungkin agar risiko pilihan investasi yang Anda pilih bisa diminimalisir.

Mana yang lebih menguntungkan?

Sebenarnya, tidak ada hal pasti yang bisa menentukan bahwa investasi kripto atau saham bisa lebih menguntungkan. Semua keputusan tergantung pada preferensi Anda. Ada beragam variabel yang harus diperhatikan dan kriteria yang bisa Anda jadikan panduan dalam memilih instrumen investasi dan membuat strategi yang tepat. 

Apabila Anda tertarik untuk berinvestasi di dunia aset kripto, Anda bisa melakukan pembelian atau trading di platform exchange terpercaya. Salah satunya adalah Zipmex.

Zipmex merupakan platform perdagangan aset kripto yang menawarkan harga terbaik dan keamanan dompet tingkat tinggi. Zipmex juga bekerja sama dengan BitGo untuk menyediakan dompet digital dengan tingkat keamanan terbaik. Polis asuransinya pun mencapai 100 juta dolar AS. Mudah, kan?

Kalau begitu, tunggu apalagi. Yuk, daftar sekarang!

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter