Jenis-jenis Wallet Kripto dan Cara Menggunakannya

Posted on January 31, 2021 in Articles, Kriptopedia, Tutorial
View all Articles

Sama seperti mata uang fiat, aset kripto juga butuh dompet sebagai tempat penyimpanan. Dompet untuk aset kripto ini disebut sebagai wallet. Dengan menggunakan wallet, aset kripto Anda bisa tersimpan aman. 

Ada banyak jenis wallet yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan aset kripto. Tiap wallet memiliki karakteristik yang sama. Sama-sama memiliki private key, public key, dan interface untuk mengidentifikasi dana yang tersedia, riwayat transaksi, dan opsi keamanan. 

Perbedaan yang paling mencolok di antara masing-masing wallet adalah tingkat keamanan dan likuiditas. Kedua hal tersebut yang selalu menjadi perdebatan. Sebab, semakin likuid aset kripto yang Anda miliki, semakin kurang aman, begitupun sebaliknya.

Lantas, bagaimana cara menentukan mana wallet yang tepat untuk Anda? Dalam membuat pilihan wallet kripto yang tepat, Anda mesti memutuskan jenis aset digital yang digunakan dan tingkat keamanan yang ingin dimiliki. Dua yang paling populer di antaranya adalah hosted wallet dan hardware wallet.

Berikut ini Zipmex akan menjelaskan berbagai jenis wallet dan bagaimana cara set up maupun penggunaan wallet tersebut.

Hosted Wallet

Hosted wallet merupakan jenis wallet yang paling populer dan mudah diatur. Salah satu contohnya adalah ketika Anda membeli aset kripto melalui platform exchange seperti Zipmex. Usai melakukan pembelian, aset Anda akan secara otomatis disimpan pada hosted wallet.

Istilah hosted wallet digunakan karena adanya pihak ketiga yang menyimpan aset kripto untuk Anda. Hampir mirip dengan cara bank menyimpankan uang Anda di dalam rekening giro atau tabungan. 

Salah satu keuntungan menggunakan hosted wallet adalah Anda tak perlu khawatir apabila lupa private atau public key. Saat menggunakan hosted wallet, Anda tak perlu khawatir akan kehilangan seluruh cryptocurrency yang dimiliki walau Anda lupa kata sandi. 

Sementara kelemahannya adalah Anda tidak bisa mengakses seluruh jenis cryptocurrency. Hanya saja, seiring waktu, produk dan layanan yang ditawarkan masing-masing wallet berubah sesuai kebutuhan pengguna.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk set up hosted wallet:

  • Pilih platform yang terpercaya. Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih platform wallet kripto meliputi keamanan, kemudahan penggunaan, dan peraturan pemerintah maupun keuangan yang menaunginya.
  • Membuat akun. Masukkan identitas dan info pribadi Anda, lalu masukkan kata sandi yang aman. Demi faktor keamanan, Anda disarankan untuk menggunakan two-factor verification (juga disebut 2FA) untuk keamanan ekstra.

Umumnya, sebagian besar platform perdagangan dan pertukaran aset kripto memungkinkan Anda untuk melakukan transaksi dengan menggunakan rekening bank atau kartu kredit. Jika Anda sudah memiliki aset yang Anda inginkan, Anda bisa langsung dapat mengirimkannya ke hosted wallet Anda agar aman.

contoh wallet kripto hardware wallet

Hardware Wallet

Hardware wallet adalah perangkat fisik dengan ukuran serupa dengan flashdisk. Di dalamnya tersimpan private key pada aset kripto Anda secara offline. Kebanyakan orang memilih untuk tidak menggunakan hardware wallet karena lebih rumit dan biayanya yang cukup tinggi. Namun, bagi sebagian orang, hardware wallet menjadi pilihan penyimpanan yang menarik. Salah satunya adalah karena mampu menjaga keamanan aset kripto Anda meskipun komputer Anda diretas. 

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk set up hardware wallet:

  • Beli hardware wallet yang Anda inginkan. Dua merek hardware wallet yang paling terkenal adalah Ledger dan Trezor.
  • Install software. Setiap merek wallet memiliki software tersendiri. Anda bisa mengunduh software dari laman resminya, lalu ikuti instruksi untuk set up wallet Anda.
  • Transfer aset kripto ke wallet Anda. Hardware wallet biasanya tidak memungkinkan Anda untuk membeli aset kripto langsung menggunakan mata uang fiat seperti dolar AS atau Euro, sehingga Anda perlu membelinya terlebih dulu lalu melakukan transfer ke dompet Anda.

Cold Wallet

Cold wallet atau paper wallet adalah jenis wallet yang unik karena private key Anda dicetak di selembar kertas. Wallet ini disimpan secara offline dan tidak memiliki koneksi ke internet. Cold wallet tentunya sangat aman. Karena untuk mendapatkannya, seseorang harus memiliki akses langsung terhadap kertas tersebut untuk mendekripsi wallet Anda.

 Apabila paper wallet Anda disimpan di brankas atau tempat lain berkeamanan tinggi, private key Anda tidak dapat diakses oleh siapapun. Tips untuk menjamin wallet jenis ini agar tetap aman adalah dengan menyimpan dua salinan di lokasi terpisah. 

Non-Custodial Wallet

Non-custodial wallet merupakan jenis wallet yang memberikan kendali penuh atas kripto Anda, serta tidak bergantung pada pihak ketiga untuk menjaga keamanan aset milik Anda. Meskipun wallet ini menyediakan software yang diperlukan untuk menyimpan aset kripto Anda, tanggung jawab untuk mengingat dan menjaga kata sandi, sepenuhnya berada di tangan Anda. 

Jika Anda kehilangan atau lupa private key maupun seed phrase, Anda tidak bisa mengakses aset kripto milik Anda. Dan jika pihak lain memiliki private key Anda, mereka akan mendapatkan akses penuh terhadap aset Anda.

Selain memiliki kendali penuh atas keamanan kripto Anda, dengan non-custodial wallet, Anda juga dapat mengakses aktivitas kripto lainnya yang lebih canggih. Misalnya seperti yield farming, staking, lending, borrowing, dan banyak lagi. Namun jika yang ingin Anda lakukan hanyalah membeli, menjual, mengirim, dan menerima kripto, hosted wallet adalah pilihan yang lebih cocok untuk Anda.

Cara set up non-custodial wallet:

  • Unduh aplikasi wallet. Sebelum melakukan ini, pastikan Anda sudah menentukan aplikasi wallet mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Buat akun Anda. Tidak seperti dompet yang dihosting, Anda tidak  perlu membagikan info pribadi apapun untuk membuat dompet non-penahanan. Bahkan tidak ada alamat email yang mesti dicantumkan.
  • Pastikan untuk menuliskan private key Anda. Ini disajikan sebagai frase 12 kata acak. Simpan di tempat yang aman. Jika Anda kehilangan atau melupakan frasa 12 kata ini, Anda tidak akan dapat mengakses crypto Anda.
  • Transfer aset kripto ke wallet Anda. Sama seperti hardware wallet, tidak mudah untuk membeli kripto menggunakan mata uang fiat dengan non-custodial wallet. Sehingga, Anda harus mentransfer aset kripto ke wallet Anda dari tempat lain.

Bagaimana, sudah tahu menentukan jenis wallet kripto apa yang paling sesuai untuk Anda? Kalau sudah, Anda bisa langsung meluncur ke Zipmex Indonesia dan mendapatkan keutungannya!