Dogecoin: Adik Dari Litecoin Yang Tengah Naik Daun

Posted on January 24, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles

Untuk Anda penggemar meme, tentunya sudah tidak asing dengan sosok Doge. Doge adalah seekor anjing Shiba Inu menggemaskan dengan ekspresi khas dan dihiasi tulisan warna-warni menggunakan font Comic Sans. Saking lucunya, foto Doge sering kali menghiasi dunia maya. 

Namun siapa sangka jika ternyata Doge dan kelucuannya justru dijadikan sebagai nama mata uang digital? Meskipun awalnya Dogecoin dimulai sebagai lelucon, tetapi setelah dijadikan sebagai mata uang digital, ternyata aset kripto ini mendapat antusiasme tinggi.

Lantas, seperti apa Dogecoin tercipta dan bagaimana nasib masa depan mata uang ini? Simak ulasannya berikut ini.

Sejarah Dogecoin

Ialah Jackson Palmer, manajer produk di Adobe Inc. di Sydney, Australia, yang menciptakan Dogecoin pada tahun 2013. Palmer sengaja menciptakan mata uang ini sebagai cara untuk menyindir tren mata uang kripto. Palmer sendiri menggambarkan dirinya sebagai pengamat “skeptis-analitik” dari teknologi-teknologi yang tengah berkembang. 

Dalam sebuah cuitan di Twitter, ia menceritakan usaha cryptocurrency barunya yaitu Dogecoin. Tak lupa, ia juga mengumumkan logo meme populer anjing Shiba Inu sebagai ikonnya. Tak disangka, segera setelah cuitan tersebut diunggah, Palmer mendapat tanggapan positif di media sosial. Ia pun tak butuh lama, dan langsung membeli domain dogecoin.com.

Sementara itu di Portland, Oregon, Billy Markus, seorang software developer di IBM ingin membuat mata uang digital. Sayang, ia kesulitan untuk melakukan promosi. Tanpa disengaja, ia menemukan desas-desus Dogecoin. Markus lantas menghubungi Palmer untuk mengajukan kerjasama dan akhirnya mendapatkan izin untuk membangun software di balik untuk mata uang tersebut.

Kode Dogecoin sendiri merupakan salinan cryptocurrency bernama Luckycoin. Luckycoin adalah aset kripto yang berasal dari proses forking Litecoin (LTC) dengan menggunakan metode Proof-of-Work.

Mata uang ini akhirnya diluncurkan pada 6 Desember 2013. Dua minggu kemudian pada 19 Desember, nilai mata uang kripto ini melonjak 300 persen akibat adanya larangan dari China atas investasi mata uang kripto.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Mata uang digital ini meminjam algoritma konsensus berbasis Scrypt untuk memastikan bagaimana jaringan komputer menjalankan software. Sehingga dapat mencapai konsensus mengenai riwayat transaksinya.

Seperti Bitcoin, siapa pun yang menjalankan software Dogecoin dapat memanfaatkan kekuatan komputer untuk melakukan mining. Nantinya, miner akan mendapat sebagai imbalan atas dalam bentuk mata uang kripto Dogecoin yang baru dicetak. Hanya saja, secara moneter, tidak ada kebijakan pasti mengenai berapa banyak koin yang dapat dicetak oleh software

Awalnya, total pasokan mata uang kripto ini dibatasi pada 100 miliar DOGE. Tetapi developer membatalkan rencana tersebut beberapa bulan setelah peluncuran. Pembatalan tersebut bertujuan untuk membuat pasokan uang melimpah dan mengakibatkan inflasi.

Seiring berjalannya waktu, melimpahnya pasokan ini tentu dapat menghalangi para miners untuk mengamankan blockchain Dogecoin. Pada tahun 2014, proses mining diintegrasikan dengan Litecoin. Artinya, siapa pun yang menambang Litecoin juga dapat menambang koin ini dengan mudah.

Pada Februari 2018, lebih dari 113 miliar DOGE telah ditambang, dan 5 miliar DOGE terus dirilis oleh Dogecoin setiap tahunnya.

dogecoin meme

Tingkat Keamanan Dogecoin

Dari sisi teknologi blockchain, keamanannya bisa dibilang sangat aman. Blockchain Dogecoin pun tidak pernah diretas. Namun, tetap saja, seluruh blockchain, termasuk Dogecoin berisiko mendapat 51% attack.

Untuk mencegah terjadinya 51% attack, pengembang Dogecoin membangun operasi mining gabungan dengan Litecoin pada tahun 2014. Kolaborasi tersebut membuat kedua jaringan lebih aman.

Simak: Apa Itu 51% Attack?

Kontroversi Dogecoin

Antusiasme yang meriah untuk Dogecoin sebagai mata uang lelucon yang menjadi nyata perlahan memudar. Pada tahun 2015, komunitas kripto penggemar Dogecoin mulai tumbuh serius. Penanda awal bahwa kondisi komunitas mata uang yang berasal dai meme ini ‘tidak baik-baik saja’ adalah kepergian Jackson Palmer. Sebelum pergi, ia mengatakan bahwa “lingkungan toxic” telah tumbuh di sekitar Dogecoin dan uang yang dihasilkannya.

Salah satu anggota komunitas yang dianggap toxic adalah Alex Green, a.k.a. Ryan Kennedy. Ia adalah seorang warga negara Inggris yang menciptakan Dogecoin exchange bernama Moolah. Alex Green, nama samaran dari Ryan Kennedy dikenal di komunitas sebagai pemberi tip mewah yang dilaporkan memberikan donasi secara keliru. Alih-alih memberi USD 1.500, ia justru memberikan USD 15.000 dalam penggalangan dana NASCAR.

Tindakan Green sempat menuai simpati. Banyak anggota komunitas yang ikut menyumbangkan sejumlah besar uang untuk membantu mendanai pembuatan exchange miliknya. Namun, tak dinyana, muncul fakta bahwa Green menggunakan uang sumbangan untuk membeli Bitcoin lebih dari USD 1,5 juta untuk membiayai hidup mewahnya. 

Atas perbuatan kriminal ini, Green disidang pada tahun 2016 atas berbagai tuduhan kriminal dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Dogecoin tentu dapat menjadi pilihan yang baik untuk diversifikasi aset Anda. Namun jika saat ini Anda masih bingung untuk menentukan platform exchange yang sesuai dengan kebutuhan Anda, Zipmex dapat menjadi jawaban yang tepat untuk solusi investasi Anda. Karena Zipmex menyediakan beragam keuntungan mulai dari biaya trading yang hanya sebesar 0,2%, hingga tingkat keamanan yang terjamin. Apalagi jika Anda mendaftarkan diri Anda untuk bergabung sebagai ZipMember!

Yuk, segera bergabung dan berinvestasi dengan Zipmex dan raih beragam keuntungannya untuk Anda!

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter