Mengenal XRP, Solusi Transaksi Cross-border

January 13, 2021

xrp solusi transaksi crossborder

Setelah Bitcoin terbukti mampu menjadi mata uang potensial, mata uang kripto lain nampaknya tak mau berdiam diri. Beragam aset kripto perlahan mengikuti jejak Bitcoin dan mengadu peruntungan untuk meraih kesuksesan yang sama. XRP adalah salah satu di antaranya. 

XRP atau yang dikenal pula sebagai Ripple merupakan mata uang digital berbentuk token yang dikeluarkan oleh Ripple Labs. Meski sama-sama merupakan mata uang digital, Ripple dan Bitcoin memiliki tujuan yang berbeda. 

Bitcoin didesain sebagai mata uang digital yang difokuskan untuk pembayaran barang dan jasa. Sementara Ripple diciptakan sebagai payment settling atau penyelesaian pembayaran, misalnya pengiriman dan penukaran mata uang.

Ripple awalnya diciptakan untuk industri keuangan, terutama perbankan yang sering kali mengalami masalah penundaan pengiriman dana. Kehadiran Ripple diharapkan mampu meminimalisir biaya dan waktu transaksi. Di masa depan, Ripple dengan XRP miliknya bahkan diprediksi akan menguasai transaksi internasional. 

Lantas, seperti apa Ripple bekerja dan apa saja kelebihannya? Zipmex akan menjelaskannya untuk Anda!

Asal Mula XRP

Pada tahun 2004, Ripple pertama kali merilis mata uang digital bernama RipplePay. RipplePay diciptakan untuk memberikan layanan transaksi keuangan yang real-time, transparan, aman, serta dapat mengakomodir transaksi lintas negara (cross-border transaction). Di masa awal kemunculannya, RipplePay hadir dengan biaya yang jauh lebih murah daripada jaringan pembayaran lainnya pada masa itu. 

Lalu pada 2012, sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat bernama RippleLabs mengambil alih RipplePay dan merestrukturisasi protokol. Sistem baru tersebut mencakup fitur sistem kas digital dengan integrasi cryptocurrency baru yang dikenal sebagai XRP. 

XRP atau yang juga disebut sebagai Ripple hadir dalam bentuk token. Token XRP mewakili seluruh nilai transfer yang terjadi di jaringan Ripple. Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang melakukan desentralisasi, XRP menganut paham sentralisasi. Aset digital ini masih membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. 

Bagaimana Cara Kerjanya?

Tidak seperti Bitcoin atau Ethereum, yang mengandalkan jaringan blockchain untuk menyimpan aset kriptonya, XRP lebih fokus pada pembayaran digital lintas negara. Ripple menawarkan XRP sebagai alternatif yang lebih cepat dan murah ketimbang bitcoin. Ripple memberikan kemudahan transaksi yang dapat diselesaikan hanya dalam hitungan detik. 

Kecepatan transaksi itu dapat terjadi karena infrastrukturnya terpusat dan tidak menggunakan proof of work seperti Bitcoin. Selain itu, alih-alih ditambang, XRP justru disediakan oleh sistem Ripple Labs melalui white consensus dan dirilis secara berkala. 

Meski XRP dan Ripple sering dianggap sama, namun secara teknis, kedua hal ini berbeda. Ripple merupakan platform pembayaran dengan protokol yang bersifat open source, sedangkan XRP adalah aset digital independen yang terpisah dari Ripple. Namun, karena XRP memfasilitasi seluruh transaksi di platform Ripple, maka orang-orang terbiasa menyebutnya sebagai Ripple.

Tidak hanya berfungsi sebagai mata uang digital, XRP juga dapat digunakan untuk transaksi yang bersifat likuid. Mata uang lasiran Ripple ini dapat digunakan sebagai exchanger terhadap mata uang fiat, aset kripto lainnya, serta payment gateway. Kemampuan tersebut membuat Ripple dapat dikategorikan sebagai platform teknologi sekaligus mata uang virtual. Inilah yang membedakan XRP dengan cryptocurrency lainnya. 

Seperti yang dilansir oleh The Street, CEO Ripple, Brad Garlinghouse mengatakan bahwa ia lebih mengutamakan kepuasan pelanggan dalam menggunakan XRP. “Saya tidak terlalu memikirkan pasar aset digital. Saya lebih memikirkan tentang pengalaman pelanggan,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers. 

Kendati XRP diklaim berbeda dengan cryptocurrency lainnya, dari segi jumlah, XRP masih setia mengikuti para pendahulunya yang dibuat dalam kuantitas terbatas. Dalam kasus ini, Ripple Labs hanya menciptakan 100 miliar XRP saja, 60 persen di antaranya masih dimiliki oleh Ripple. Kondisi itu membuat banyak orang menganggap XRP sebagai sekuritas, bukan sebagai mata uang digital. 

Kelebihan XRP

  • Mediator penukaran mata uang berbiaya rendah

Ada banyak mata uang yang tidak dapat langsung dikonversi satu sama lain. Jadi, bank perlu menggunakan dolar AS sebagai mediator. Dalam melakukan konversi, Anda mesti melalui proses yang panjang. Mulai dari menukar valuta asing A menjadi dolar AS lalu mengkonversikannya mata uang yang Anda inginkan. 

Namun, dengan XRP, proses panjang tersebut dapat dipangkas jadi lebih ringkas. XRP dapat digunakan sebagai mediator dengan biaya yang jauh lebih murah daripada dolar AS..

  • Durasi transaksi yang cepat

Durasi waktu untuk transaksi dan konversi rata-rata XRP 4 detik. Jauh lebih cepat ketimbang Bitcoin yang membutuhkan waktu rata-rata sekitar 10 menit hingga satu jam atau sistem perbankan yang memakan waktu sampai beberapa hari.

  • Sebagai alternatif pembayaran. 

Dalam kondisi tertentu, ada beberapa marketplace atau platform yang memasukkan XRP sebagai salah satu opsi pembayaran. Pengguna dapat langsung menggunakan XRP secara langsung dalam melakukan transaksi seperti melakukan pembelian barang antik, tanpa harus melakukan konversi mata uang terlebih dahulu. 

Tertarik untuk punya XRP? Gampang, kamu bisa langsung download dan buat akun di Zipmex. 

Zipmex merupakan platform investasi aset digital teregulasi dan terpercaya di Indonesia dimana Anda dapat membeli, menjual, dan mendapatkan bunga dari tabungan aset digital Anda, kapan saja, dan di mana saja. 

Dengan Zipmex, Anda dapat membeli aset XRP dengan mudah dan lebih efisien. Karena penarikan dan deposit langsung ke rekening bank Anda di Indonesia. Tukarkan aset digital Anda langsung dalam bentuk rupiah. 

Tidak hanya itu, Anda dapat membayar lebih murah dengan biaya trading paling rendah, hanya 0.2% per transaksi. Kami memberikan nilai lebih kepada Anda. Yuk, segera beli XRP Anda di Zipmex!