Aset Kripto Bullish! Bitcoin Lebih Mahal dari Sekilo Emas

Posted on February 22, 2021 in Articles, Berita Kripto
View all Articles

Pekan ini seakan menjadi pekan yang luar biasa bagi Bitcoin. Aset kripto nomor wahid ini telah mengamankan lebih dari satu triliun dolar Amerika Serikat dalam market cap. Tidak hanya itu, Bitcoin juga membentuk sebagian besar dari total market cap pasar perdagangan aset kripto sebesar 1,7 triliun dolar Amerika Serikat.

Bahkan pada hari Minggu (22/2), TradingView mencatat nilai Bitcoin meningkat hingga mencapai puncaknya. Bitcoin mencapai harga sekitar 57.336 dolar AS atau setara dengan Rp 810 juta. Angka tersebut bahkan jauh melebihi harga satu kilo emas di hari yang sama.

Perdebatan Aset Kripto dan Emas Sebagai Alat Investasi

Sabtu (20/2) lalu, terjadi perdebatan antara Elon Musk dengan pemilik perusahaan Schiff Gold.  Dalam Twitternya, Peter Schiff, pemilik Schiff Gold membandingkan nilai aset kripto Bitcoin dengan emas. Schiff memang skeptis dengan penggunaan aset kripto sebagai investasi.

Menurut Schiff, sebuah investasi mesti memiliki waktu terbaik untuk jual dan beli. Tanpa ada perhitungan kapan waktu jual yang tepat, untuk apa aset tersebut dijadikan sebagai investasi. Opini Schiff tersebut dibuat untuk merespon cuitan yang ditulis oleh Elon Musk mengenai peran Bitcoin. 

Pemilik perusahaan Tesla itu memang dikenal sebagai salah satu pegiat aset kripto. Baru-baru ini, ia bahkan memborong Bitcoin dengan jumlah yang fantastis. Bukan cuma itu saja, cuitan-cuitan yang ia lontarkan di akun media sosialnya saja bisa berujung pada naik turun harga pasar aset kripto. 

Contohnya saat Elon Musk membuat unggahan mengenai Dogecoin pada akun Twitternya. Cuitan tersebut disambut oleh Snoop Dogg dan Gene Simmons. Alhasil, harga Dogecoin melonjak drastis pada saat itu. 

perdebatan emas vs bitcoin elon musk dan peter schiff

Membalas pernyataan Schiff, Elon Musk beralasan bahwa nilai yang dimiliki oleh Bitcoin maupun emas hanyalah data yang memungkinkan kita menghindari ketidaknyamanan dalam barter. Musk menyiratkan bahwa aset kripto seperti Bitcoin, dapat memberikan alternatif investasi yang minim error ketimbang sistem yang ada di masa kini. 

“Sama seperti seluruh data yang ada dan tersedia, ada yang kemungkinan untuk mengalami latensi dan kesalahan. Namun, sistem akan terus berkembang untuk meminimalisir kedua hal tersebut,” katanya. 

Meroketnya nilai Bitcoin selama seminggu terakhir memang membuat perdebatan ini tidak terelakkan. Sebab semakin banyak investor yang mulai membandingkan Bitcoin dengan emas. Keduanya juga merupakan aset yang menguntungkan untuk dimasukkan dalam portofolio aset Anda. 

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan di benak kamu. Kendati sama-sama menguntungkan, mana yang lebih baik? 

Baca Juga: Elon Musk dan Pengaruhnya dalam Bitcoin

Emas vs Bitcoin: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Baik Bitcoin dan juga emas, keduanya tentu memiliki keunggulan dan juga kekurangan.

Emas telah lama digunakan sebagai alat tukar di seluruh dunia. Penggunaannya pun sudah berlangsung sejak periode waktu yang sangat lama. Keindahan, kegunaan, dan kelangkaan yang dimiliki oleh emas menjadikannya dasar yang ideal untuk perdagangan. 

Karena telah digunakan sebagai alat tukar dan investasi selama berabad-abad, emas menjadi instrumen investasi yang lebih umum digunakan masyarakat. Ketika berinvestasi dalam emas, Anda merasa yakin karena aset tersebut akan terus meningkat nilainya. Kekurangannya adalah kebutuhan ruang yang aman dan tersembunyi untuk menyimpan. 

Anda sebenarnya bisa juga menyimpan emas di bank atau layanan khusus lainnya. Di Indonesia, Anda bisa membeli dan menyimpan emas milik Anda di Pegadaian. Namun, layanan tersebut tentu mengenakan biaya administrasi dan penyimpanan yang mesti dibayarkan secara berkala. 

Ciri tersebut tentu berbeda dengan Bitcoin. Ada banyak perusahaan yang menyediakan layanan penyimpanan aset kripto melalui aplikasi maupun website. Anda juga bisa menambah aset Ande dengan menggunakan debit card. 

Transaksi lainnya seperti jual beli dan penarikan juga dapat dilakukan dengan mudah. Kekurangannya terdapat pada kondisi pasar aset kripto yang bersifat volatil atau tidak stabil. 

Oleh karena itu, untuk menjawab pertanyaan mengenai investasi yang lebih baik antara emas vs Bitcoin, Anda mesti menyesuaikannya dengan kebutuhan dan keinginan Anda pribadi. 

Jika Anda merasa lebih nyaman untuk memiliki aset investasi yang dapat disimpan dan berbentuk fisik, Anda dapat memilih emas. namun jika Anda menyukai aset yang lebih fleksibel dan memiliki nilai yang tinggi, Anda tentu dapat memilih Bitcoin sebagai pilihan investasi Anda.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter