7 Modus Penipuan Aset Digital dan Bagaimana Cara Menghindarinya

Posted on January 26, 2021 in Articles, Investasi
View all Articles

Iming-iming mendapat keuntungan jutaan rupiah tentu menggiurkan bagi sebagian orang. Teknologi blockchain yang memungkinkan transaksi tanpa perlu pihak ketiga dan hanya mengandalkan internet terasa sangat mengagumkan. Tidak jarang hal ini dijadikan sebagai daya tarik untuk memikat korban penipuan aset digital.

Modusnya beragam. Dari mulai menyebarkan link untuk phising, menawarkan jasa menggandakan Bitcoin, hingga mencoba mencuri wallet. Seakan tak cukup dengan pandemi COVID-19, tahun 2020 juga ‘dihiasi’ banyak kasus penipuan aset digital yang merugikan investor maupun trader.

Beberapa kasus di antaranya adalah grup peretas CryptoCore yang mencuri setidaknya 200 juta dolar AS dari exchange. Lalu ada pula penipuan berskema Ponzi yang dilakukan oleh PlusToken, sebuah perusahaan berkedok investasi dari Korea Selatan. Total uang yang berhasil dikumpulkan pun tak main-main, hampir mencapai 6 miliar dolar AS.

Untuk itu, kali ini Zipmex telah merangkum tujuh modus penipuan aset digital yang kerap terjadi di dunia dan bagaimana cara menghindarinya. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.

Skema Ponzi

Penipuan Aset Digital
Internet Scam Money. Earned Dollars From Cyber Crime Conceptual Photo with Banknotes Laying on the Laptop Computer.

Skema Ponzi adalah salah satu modus penipuan paling marak yang terjadi di bidang keuangan. Bukan hanya dalam mata uang digital, tetapi juga mata uang fiat.

Modus operandinya menawarkan sejumlah keuntungan dalam rentang waktu yang cepat dengan nominal bayaran yang besar. Dalam modus ini, tiap investor akan mendapatkan uang berupa keuntungan yang berasal dari setoran investor berikutnya, bukan profit dari bisnis yang dilakukan.

Alhasil, ketika tidak ada investor lain yang masuk, Anda pun tidak akan mendapat keuntungan sama sekali. Dana Anda juga akan hilang apabila tiba-tiba promotor yang mengakomodir menghilang.

Salah satu skema Ponzi yang cukup populer di dunia kripto yaitu Bitconnect. Bitconnect mengawali usahanya sebagai platform untuk meminjamkan Bitcoin. Tiap investor akan mendapatkan keuntungan hingga 1 persen per hari, sehingga semakin banyak Bitcoin yang dipinjamkan, makin besar pula profit yang diterima.

Tak sampai di situ saja, Bitconnect juga merilis koinnya (BCC) yang menghasilkan pendapatan luar biasa bagi pemiliknya. Nilainya pun bahkan pernah mencapai lebih dari 400 dolar AS. Selama dua tahun, Bitconnect berhasil mendapatkan banyak investor. Sampai akhirnya skema Ponzi tersebut mulai mandek.

Kapitalisasi pasar Bitconnect runtuh. Harga koinnya turun drastis dari 320 dolar AS per keping menjadi hanya 6 dolar AS dalam kurun waktu 24 jam.

Lantas bagaimana menghindarinya?

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya Anda mencari tahu seluk-beluk platform yang akan digunakan. Cari tahu CEO atau orang-orang di baliknya dan bagimana track record mereka. Biasanya skema Ponzi akan menutup dengan baik seluruh informasi perusahaan dari jangkauan investor.

Ketika Anda di-approach secara langsung, pastikan untuk menanyakan bidang informasi-informasi mendasar. Misalnya seperti siapa yang menjalankan platform tersebut, kapan diluncurkan, di mana basis operasionalnya, dan seperti apa bisnisnya.

Cari tahu juga ulasan-ulasan terkait perusahaan atau bisnis tersebut di forum-forum internet. Jalin komunikasi dengan orang-orang yang pernah bergabung di dalamnya untuk mendapatkan informasi yang utuh sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Baca juga: Sembilan Petunjuk untuk Menemukan Penipuan Crypto

Phising

Juni 2020 lalu, grup peretas CryptoCore dari Eropa Timur ditangkap karena melakukan pencurian dana dari berbagai exchange di Amerika, Jepang, dan Timur Tengah. Dilansir ZDNet, CryptoCore melancarkan aksinya dengan modus phising selama tiga tahun. Mereka meretas platform exchange dengan menggunakan informasi-informasi penting dari masing-masing staf.

CryptoCore mengumpulkan seluruh data yang diperlukan dengan melakukan phising ke email pribadi karyawan. Hal ini dilakukan sebagai akun pribadi biasanya lebih rentan ketimbang akun bisnis atau email kantor. Setelah itu, perlahan tapi pasti, phising diarahkan ke email bisnis.

Email phising yang dikirimkan biasanya dikirimkan ke karyawan dengan ‘menjadi’ atasan atau karyawan lain yang berada di pangkat lebih tinggi dari target. Nantinya, dari seluruh data, peretas akan mendapatkan akses menuju akun pengelolaan sandi. Mulai dari menonaktifkan sistem otentikasi 2FA, mengakses akun dan wallet, sampai melakukan penarikan atau transfer dana.

Phising tidak hanya dapat dilakukan menggunakan email, tetapi juga melalui website. Biasanya target akan dikirimkan link menuju laman replika. Ketika Anda mengakses laman tersebut, maka data kredensial yang biasa digunakan untuk login akan direkam dan dicuri.

Untuk menghindarinya, Anda disarankan untuk lebih berhati-hati ketika menerima email. Waspadai email yang meminta tindakan seperti melakukan pengaturan kata sandi atau yang mengirimkan tautan untuk menuju website.

Hati-hati saat mengunduh aplikasi dan jangan sembarangan meng-install maupun melakukan pembaruan terhadap aplikasi yang telah ada. Apabila Anda masih merasa ragu, Anda bisa melakukan recheck dengan mencari tahu bisnis atau perusahaan tersebut melalui media sosial atau internet.

Penipuan Berbasis Cloud Mining

Modus penipuan aset digital berikutnya adalah cloud mining. Cloud mining adalah layanan penambangan aset digital berbasis awan. Beberapa tahun belakangan, cloud mining memang tengah naik daun karena menawarkan peralatan dan listrik untuk menjalankan penambangan aset digital.

Salah satu kasus cloud mining yang terkenal adalah MiningMax. Layanan ini beroperasi selama dua tahun dan menawarkan biaya investasi sebesar 3.200 dolar AS. Nantinya mereka akan mendapat keuntungan harian dan komisi tambahan jika berhasil mengajak anggota baru.

Investor dengan performa terbaik akan mendapatkan jam tangan Rolex, kalung emas, dan mobil mewah Mercedes-Benz. Investasi piramida berkedok cloud mining itu berhasil menipu investor dari 54 negara. Kebanyakan di antara mereka berasal dari Korea Selatan. MiningMax berhasil menipu investor hingga 250 juta dolar AS.

Supaya tidak terjerat modus penipuan digital seperti ini, Anda mesti mewaspadai bisnis cloud mining yang menawarkan keuntungan besar. Terlebih jika bisnis tersebut meminta Anda untuk membuat dompet khusus di perusahaan yang memiliki akses ke password pribadi Anda.

Jangan pernah mengirimkan dana atau koresponedensi kripto apapun pada akun atau orang tak dikenal.

ICO Palsu

Male hand with golden Ethereum isolated on blue background. Cryptocurrency bitcoin coins. Litecoin, Bitcoin, Ethereum

Initial Coin Offerings (ICO) adalah cara untuk mendapatkan investasi. Biasanya dana segar itu digunakan untuk meningkatkan modal dengan meluncurkan koin baru di blockchain. ICO palsu biasanya menggunakan whitepaper palsu yang berasal dari salinan whitepaper yang telah ada.

Biasanya penipu berkedok ICO palsu juga akan mengembangkan kampanye di media sosial, mengunggah informasi token di bursa saham, dan menjual token palsu. Produk yang ditawarkan dihargai dengan nominal dan jumlah yang sangat menarik.

Misalnya 1 ETH dihargai 10 ribu-30 ribu token. Nantinya scammer akan meminta pengguna untuk melakukan transfer ETH ke alamat khusus lalu tiba-tiba menghilang. Sehingga banyak investor baru yang tertipu dari iming-iming keuntungan 1000 persen dan membeli token yang tidak berguna.

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada 2017, sekitar 80 persen ICO diidentifikasi sebagai penipuan. Kasus ICO palsu terpopuler adalah Confido yang berhasil mengumpulkan 375 ribu dolar AS dan menghilang. Begitu berita Confido menyeruak, harga koin yang mereka rilis turun drastis.

Cara terbaik untuk menghindari penipuan digital bermodus ICO palsu adalah dengan melakukan copy-paste whitepaper mereka di browser. Kemudian, kamu bisa mencari tahu hasil penelusuran yang paling mirip dengan whitepaper tersebut.

Setelah itu, cari tahu juga, apakah token atau koin yang ditawarkan memiliki konsep yang bisa dibuktikan secara hukum. Periksa platform exhange yang digunakan, apakah memiliki volume perdagangan yang signifikan dan seperti apa return yang ditawarkan. Cari tahu kebenarannya dengan berdiskusi dengan teman atau komunitas agar Anda mendapat sudut pandang berbeda untuk mengambil keputusan.

Baca juga: Cryptoqueen, Penipu Aset Kripto Nomor Satu di Dunia

Pumps dan Dumps

Penipuan aset digital menggunakan metode Pumps dan Dumps biasanya dilakukan dengan menggelembungkan nilai sebuah komoditas dan menjualnya untuk mendapat keuntungan besar. Penipuan jenis ini umumnya dapat dengan mudah ditemukan di media sosial seperti Facebook, Telegram, dan juga Twitter.

Penipu-penipu tersebut akan membuat sebuah komunitas dan membeli koin tertentu dalam jumlah besar di harga yang rendah. Semakin banyak pembeli, tentu harga tersebut akan meningkat. Setelah itu, mereka akan menjual koin-koin tersebut di harga yang tinggi.

Tingginya supply koin saat harga tinggi akan membuat nilai koin ikut menurun. Pumps dan Dumps biasa dilakukan pada koin-koin yang masing kurang dikenal. Dalam kasus ini, apabila Anda tidak mengetahui momen yang tepat, sudah pasti Anda akan merugi besar.

Agar terhindar dari penipuan aset digital, Anda disarankan untuk tidak berpartisipasi dalam grup komunitas pumps and dumps di media sosial.

Berhati-hatilah ketika menemukan token atau koin yang mengalami lonjakan volume perdagangan secara tiba-tiba. Waspadai pihak tertentu yang mengklaim bisa mengetahuin berapa lonjakan harga koin atau token di bursa kripto.

Giveaway

Akun YouTuber gaming ternama El Fedelobo dan Natalan diretas tangan-tangan jahil pada 2020 lalu. Kedua gamers ini kehilangan akses untuk masuk ke dalam saluran Youtube mereka. Para peretas menyamar sebagai Gemini, sebuah platform exchange untuk cryptocurrency.

Untungnya, banyak viewers yang langsung mencurigai aktivitas tersebut dan melaporkannya pada YouTube sebagai penipuan. Melihat banyak laporan dan keluhanm, YouTube pun langsung turun tangan dan memulihkan akses pada Natalan dan El Fedelobo.

Atas kasus ini, Gemini pun mengeluarkan pernyataan resmi bahwa brand mereka ditiru oleh peretas. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan akses dan informasi ke akun subscribers Natalan dan El Fedelobo yang mencapai 8 juta pengguna.

Dalam melancarkan aksinya, penipuan aset digital berkedok giveaway akan meminta pengguna untuk memberikan identitas pribadi. Mulai dari memberikan nama lengkap, alamat, email, dan nomor telepon untuk mengklain hadiah. Data-data pribadi itu nantinya yang akan digunakan untuk meretas akun Anda.

Selain itu, kadang penipuan aset digital dengan cara ini akan menawarkan program investasi satu dapat dua. Sehingga Anda akan berpikir dapat menggandakan aset kripto yang Anda miliki.

Untuk menghindari penipuan aset digital seperti ini, sebaiknya Anda langsung melaporkan konten yang terindikasi scam sebagai penipuan. Pastikan Anda menerima informasi langsung dari exchange yang Anda gunakan, bukan melalui media sosial atau email pribadi. Abaikan permintaan untuk mengirimkan uang atau sejumlah dana tertentu untuk mendapatkan hadiah.

Bagi Anda yang memiliki akun YouTube atau media sosial, pastikan Anda mengaktifkan 2 Factor Authentication (2FA) sebagai pelindung tambahan. Jika menemukan kesulitan saat mengakses akun, hubungi Google atau browser terkait untuk memulihkan akun.

Exchange Ilegal

Unsplash/David Shares

Seiring dengan makin meningkatnya popularitas cryptocurrency, makin marak pula platform exchange yang hadir untuk berinvestasi. Sayangnya, tak semua exchange telah mendapatkan izin resmi dari regulator terkait.

Untuk menarik konsumen, biasanya exchange ilegal menawarkan kemudahan dan fitur-fitur yang lebih menarik ketimbang kompetitor. Misalnya dengan tidak memungut biaya transaksi atau komisi saat trading, atau justru sebaliknya, membebankan biaya-biaya tambahan yang jauh lebih tinggi.

Kekurangan lainnya adalah keamanan yang cenderung lebih rentan. Hal tersebut membuat exchange dapat dengan mudah diretas, sehingga data-data Anda bisa diakses oleh pihak tak bertanggung jawab. Belum lagi kemungkinan merugi apabila exchange tersebut mendadak hilang bak lenyap ditelan bumi.

Untuk menghindari penipuan aset digital yang dilakukan melalui exchange ilegal, Anda mesti membaca syarat dan ketentuan yang diterapkan secara seksama. Pahami dengan baik biaya-biaya apa saja yang mesti Anda keluarkan dalam bertransaksi. Konfirmasi alamat resmi perusahaan dan izin exchange terkait.

Di Indonesia sendiri, Anda bisa mengetahui platform exchange resmi yang terdaftar melalui situs resmi Bappebti. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mendata 13 exchange resmi yang telah mendapat tanda daftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto. Zipmex Exchange Indonesia adalah salah satu di antaranya.

Ada banyak jenis aset digital yang bisa Anda gunakan untuk berinvestasi di Zipmex. Zipmex juga menyediakan beragam keuntungan mulai dari biaya trading yang hanya sebesar 0,2%, hingga tingkat keamanan yang terjamin. Apalagi jika Anda mendaftarkan diri Anda untuk bergabung sebagai ZipMember!

Jadi, tunggu apa lagi?

Baca juga: Yuk Kenalan Lagi Sama ZMT, ZipUp, ZipLock, ZipCrew, dan ZipMember!

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter