7 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Trader Kripto Pemula

Posted on January 21, 2021 in Articles, Berita Kripto, Investasi
View all Articles

Iming-iming cuan besar membuat banyak orang tergiur terjun ke dunia kripto. Sayangnya, tidak semua trader kripto pemula aware dengan segala risiko yang mungkin dihadapi di bursa aset digital. Bukan hanya itu, kurangnya pemahaman akan volatilitas dunia aset digital membuat trader kripto pemula belum siap menghadapi kenyataan.

Dilansir berbagai sumber, kali ini Zipmex telah merangkum tujuh kesalahan umum yang dilakukan trader kripto pemula. Simak ulasannya berikut!

Memulai Investasi dengan Menggunakan Leverage

Sumber: Pixabay

Masih ingat kasus penipuan yang dilakukan Yudha Manggala Putra, pendiri Grab Toko? Kalau iya, Anda pasti tahu bahwa uang hasil penipuan tersebut digunakan Yudha untuk membeli aset digital. Meski cryptocurrency kini sudah memiliki payung hukum, Yudha sendiri mesti melewati meja hijau atas penggelapan dana yang ia lakukan.

Kasus berinvestasi dalam cryptocurrency bermodal leverage seperti yang dilakukan Yudha bukan yang pertama kali terjadi. Ada banyak trader kripto pemula yang menggunakan pinjaman dana atau utang untuk memulai investasi di dunia aset digital. Misalnya dengan menggadaikan rumah, pinjaman biaya pendidikan (student loan), hingga berutang.

Menggunakan leverage sebagai modal awal untuk investasi meningkatkan risiko kerugian ketika Anda salah mengambil keputusan. Oleh sebab itu, leverage hanya baiknya digunakan oleh trader berpengalaman. Trader berpengalaman biasanya telah memiliki hitungan dan strategi sendiri untuk mendapatkan profit yang konsisten dari trading.

Kurang Riset

Riset adalah kunci utama yang sering kali terlewat oleh trader kripto pemula. Biasanya trader pemula tanpa sengaja melewatkan informasi-informasi mendalam dan baru akan belajar setelah masuk ke dalam bursa. Tak jarang, keputusan terjun ke dalam bursa kripto muncul hanya karena melihat isu hangat atau testimoni dari influencer.

Padahal, tiap individu memiliki kebutuhan dan tingkat risiko masing-masing. Begitu pula dengan aset digital di dunia kripto yang memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Ditambah lagi, dunia kripto masih sangat marak dengan spam dan penipuan. Tanpa riset yang mendalam, Anda bisa saja jatuh dalam scam yang menggunakan skema Ponzi seperti OneCoin yang dulu digadang akan mengalahkan Bitcoin.

Riset yang mendalam akan membantu Anda untuk mempelajari pergerakan dan kecenderungan pasar. Berbekal infromasi yang koheren, Anda bisa membuat analisis yang tepat dan tidak terbawa arus informasi. Bergerak dari hasil riset, Anda bisa memilih aset yang paling tepat sesuai dengan karakter dan tujuan investasi.

Tidak Melakukan Diversifikasi

Seperti kata pepatah “Jangan menaruh seluruh telur dalam keranjang”, ketika melakukan investasi, sebaiknya trader kripto melakukan diversifikasi. Diversifikasi adalah strategi manajemen risiko dengan berinvestasi di berbagai jenis aset. Hal ini biasanya dilakukan agar investor tidak kehilangan seluruh aset ketika peruntungannya kurang baik.

Diversifikasi tidak hanya baik dilakukan pada investasi tradisional seperti saham saja, tetapi juga aset kripto. Apalagi aset kripto sulit untuk diprediksi. Ada saja kesempatan Anda meraup keuntungan besar dalam suatu waktu, sementara di lain waktu, Anda bisa gagal total.

Diversifikasi membantu memperkecil risiko yang terjadi dalam portofolio investasi. Trader kripto pemula disarankan untuk melakukan diversifikasi minimal ke dalam lima jenis aset kripto dan maksimal 10 jenis aset saja. Terlalu banyak melakukan diversifikasi juga tidak disarankan, karena membuat Anda terlalu sulit memantau berita dan informasi di beragam jenis koin.

Trading Tanpa Strategi

Trading sama seperti dengan perang, perlu strategi untuk bisa bertahan. Dengan bekal informasi dan riset yang masih belum mumpuni, trader kripto pemula biasanya lebih memilih untuk mengikuti arus. Bergerak dan mencoba berpindah dari satu koin ke koin lainnya.

Keinginan mendapatkan profit secara instan membuat trader kripto pemula cenderung kurang sabar. Sehingga terlambat mengambil keputusan pembelian dan terlalu cepat menjual aset ketika harga masih belum benar-benar naik. Berbeda dengan trader berpengalaman yang telah menyiapkan strategi dengan matang.

Trader berpengalaman biasanya telah menyiapkan rencana untuk tetap bisa mendapatkan profit walau kondisi market sedang kurang bergairah. Mereka telah memilih altcoin yang dianggap tepat dan paling aman dan mengetahui sinyal-sinyal terbaik untuk melakukan trading.

Mudah Terbawa Emosi

trader kripto pemula
Unsplash/Christopher Ott

Pergolakan harga aset kripto memang sering kali membuat hati tak tenang. Pengalaman yang masih terbatas dalam jual beli aset digital membuat trader kripto pemula mudah terbawa emosi ketika membuat keputusan. Salah satunya adalah panic selling atau menjual aset ketika merasa panik.

Dalam melakukan trading dan investasi kripto, Anda disarankan untuk tetap tenang dan rileks. Anda harus mampu menguasai emosi agar tidak mudah putus asa saat mendengar rumor atau berita negatif yang tak berdasar.

Pergerakan 10-30 persen dalam sehari di dunia kripto adalah hal yang lumrah terjadi. Tetaplah memantau dengan kepala dingin, supaya tak menjual aset di harga yang tak diinginkan.

Selain itu, trader kripto pemula juga mesti mewaspadai oknum-oknum tertentu. Fluktuasi cryptocurrency biasanya dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah manipulasi harga sehingga membuat Anda mau menjual dengan harga murah. Senjata utama untuk bertahan adalah dengan melakukan riset mendalam agar bisa mengambil keputusan yang paling tepat.

Membeli Aset Berdasarkan Harga Bukan Kapitalisasi Pasar

Cryptocurrency berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dibandingkan secara langsung melalui kurs. Nilai mata uang digital lebih mirip dengan saham yang lebih tepat dibandingkan melalui kapitalisasi pasar (market caps), bukan harga jual. Sebab, kapitalisasi pasar didasarkan pada jumlah aset yang tersedia di market.

Kapitalisasi pasar (market caps) adalah ukuran nilai aset di pasar. Dengan membandingkan market caps, Anda bisa mengetahui nilai mata uang kripto di market secara akurat sembari membandingkannya dengan set sejenis. Sehingga bisa memilih aset digital paling tepat untuk trading atau investasi.

Meski begitu, kamu tidak bisa benar-benar bergantung pada market caps, terutama jika salah satu koin yang kamu bandingkan overvalued atau undervalued.

Kurang Aware dengan Masalah Keamanan di Internet

Unsplash/Mika Baumeister

Internet memang menyediakan banyak kesempatan dan peluang menarik. Tapi ingat, kesempatan-kesempatan itu bukan hanya terbuka untuk Anda saja, tetapi juga untuk ‘tangan-tangan jahil’ di luar sana. Kurangnya perhatian terhadap tingkat keamanan di internet bisa membuat wallet kamu di-hack.

Oleh karena itu, sebaiknya anda mengaktifkan 2FA (Two-Factor Authentication). Fitur ini menambah lapisan keamanan bagi email, wallet, atau website yang Anda pilih untuk menyimpan aset. Setiap kali login, Anda diharuskan untuk memasukkan email, password, dan juga passcode yang akan berubah tiap 30 detik.

Hindari mengakses wallet dengan menggunakan WiFi di tempat umum. Jangan menggunakan software yang tidak terjamin keamanannya, serta gunakan email yang berbeda untuk cryptocurrency. Apabila memiliki aset dengan nominal yang besar, siapkan hardware wallet untuk back-up private key.

Terakhir, untuk 2FA, Anda disarankan untuk membuat back-up secara tertulis dan menyimpannya di tempat yang aman. Sebisa mungkin jangan simpan password dan email Anda untuk mengakses wallet di ponsel. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan yang terjadi apabila handphone Anda hilang, dicuri, atau dibajak.

Salah satu solusi menarik untuk memastikan keamanan wallet Anda adalah dengan menggunakan layanan Zipmex. Zipmex wallet telah menyimpan public dan private key Anda, sehingga Anda tak perlu pusing mengingat kode rahasia.

Demi keamanan dan kenyamanan bertransaksi, Zipmex juga telah bermitra dengan BitGo untuk menyediakan polis asuransi hingga USD 100 juta. Sehingga Anda tak perlu lagi mengkhawatirkan aset digital dalam wallet.

Bukan cuma itu saja, Zipmex juga akan mengirimkan informasi terkini dan analisis laporan pasar tiap minggunya untuk Anda. Klik link ini untuk daftar sekarang dan mulai berinvestasi dengan Zipmex!

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter