5 Tingkah Absurd yang Dilakukan Orang demi Aset Kripto

Posted on January 15, 2021 in Articles, Berita Kripto
View all Articles

Aset kripto nampaknya memang tengah naik daun. Sejak kemunculan Bitcoin pada 2009 silam, mata uang digital terus-menerus berkembang. Bukan hanya menjadi pilihan alternatif untuk transaksi pembayaran, aset kripto juga menjadi sarana investasi dalam bentuk digital.

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk membeli dan melakukan trading, harga aset digital pun terus merangkak naik.

Sesuai dengan hukum yang berlaku di ekonomi, permintaan yang tinggi akan membuat harga ikut meninggi. Tidak heran, banyak orang yang melakukan hal-hal absurd demi mendapatkan atau mempertahankan aset kripto. Berikut lima di antaranya.

Menipu Berkedok Grab Toko

Aset Kripto
Sumber: kumparan.com

Senin lalu (11/1), seorang karyawan swasta bernama Yudha Manggala Putra ditangkap kepolisian karena kasus penipuan. Yudha mengaku sebagai Perwakilan dan Managing Director di Grab Toko. Grab Toko adalah laman belanja daring dengan hosting luar negeri yang ia gunakan untuk menjual barang elektronik dengan harga sangat murah.

Melalui laman tersebut, Yudha menipu sekitar 980 korban dan menggelapkan dana sebesar 17 miliar rupiah. Pada kepolisian, ia mengaku menggunakan uang hasil penipuan untuk membeli aset kripto. Walau begitu, tak diketahui pasti mata uang apa yang ia beli dan tujuan pembeliannya.

Karena perbuatannya, Yudha dijerat dengan pasal 28 ayat 1 juncto pasal 45A ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 82 dan/atau pasal 85 undang-undang nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana, dengan ancaman maksimal 6 (enam) tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

Kembangkan Hipnoterapi ‘Spesial’

Sumber: doktersehat.com

Dalam melakukan investasi aset digital, investor mesti memiliki wallet sebagai sarana melakukan transaksi. Demi alasan keamanan, Wallet biasanya dilengkapi dengan public dan private key. Public key bersifat terbuka dan bisa diketahui oleh siapapun, sementara private key sebaliknya.

Dilansir CNBC, banyak investor Bitcoin yang mengalami kesulitan untuk mengingat private key yang mereka buat untuk mengakses wallet. Sayangnya, karena Bitcoin bersifat desentralisasi dan open ledger, tidak ada cara untuk me-reset kalau Anda lupa private key.

Melihat hal ini, seorang ahli hipnotis di South Carolina bernama James Miller mengembangkan teknik hipnoterapi ‘spesial’. Ia mengklaim, teknik hipnoterapinya tersebut dapat membantu orang mengingat kata sandi yang terlupa atau perangkat elektronik yang hilang.

Tarifnya lumayan besar. Miller menagih satu Bitcoin plus lima persen dari jumlah aset digital yang dimiliki pasiennya.

Mengorek Sampah di TPA

Sumber: CNBC

Kesuksesan Bitcoin memang sudah lama diramalkan oleh para pegiatnya. Pekerja IT asal Inggris, James Howell adalah salah satu di antaranya.

Pada 2009 silam, di awal kemunculan Bitcoin, ia menaruh perhatian besar pada mata uang digital itu. Sama seperti pegiat Bitcoin lainnya, Howell pun tak ketinggalan menambang di laptop pribadinya. Sayangnya, laptop tersebut rusak. Seperti yang diberitakan The Telegraph, alih-alih membuang, Howell memilih untuk menyimpan hard drive komputernya.

Ia berpikir bahwa di masa depan, Bitcoin akan memiliki valuasi harga yang tinggi, dan ternyata dugaannya benar.

Tahun 2013, ketika harga Bitcoin melonjak naik, Howell mencari hard drive komputer itu, tapi ia tak menemukannya. Rupanya, secara tak sengaja membuang hard drive tersebut bersama dengan mobil bututnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Newport, South Wales yang berisi 350 ribu ton sampah. Mobil dan hard drive kesayangannya itu pun terkubur bersama dengan limbah beracun di TPA

Dengan berat hati, Howell mesti menggali bagian demi bagian TPA demi mendapatkan hard drive komputer, tapi ia tidak berhasil. Warga Inggris yang kasihan ingin membantu mencari, tetapi tidak diizinkan oleh Dewan Kota Newport. Sebab, menurut laman Wired, TPA tidak dibuka untuk umum, dan masuk tanpa izin akan dianggap sebagai tindakan pidana.

Alhasil, Howell terpaksa kehilangan 7.500 Bitcoin yang kalau dikonversi sesuai dengan harga saat ini bisa mencapai 4 triliun rupiah.

Gadaikan Rumah

Sumber: Pixabay

Dilansir Money, Joseph Borg, Kepala Asosiasi Administrator Sekuritas Amerika Utara mengatakan bahwa beberapa investor menggadaikan rumah demi membeli Bitcoin pada Desember 2017 lalu. Padahal, kebanyakan investor yang melakukan hal tersebut memiliki pengeluaran rutin per bulannya.

Selain menggadaikan rumah, ada pula investor yang menggunakan dari kartu kredit hingga batas maksimal. Sebuah survei yang dilakukan pada grup konsumen LendEDU menemukan bahwa 18 persen investor Bitcoin membeli aset kripto dengan kartu kredit.

Sebanyak 22 persen investor belum melunasi utang kartu kredit. Sementara 70 persen lainnya berpendapat bahwa bunga yang dibayarkan sebanding dengan harga Bitcoin.

Dengan APR kartu kredit rata-rata sebesar 16,67 persen, meminjam 5.000 dolar Amerika untuk Bitcoin dapat berpotensi menambah utang ribuan dolar. Terutama jika mereka membayar kembali tagihan kartu kredit dengan bayaran minimum per bulan sambil menunggu harga Bitcoin melonjak.

Meretas Brankas Bitcoin

legalitas-bitcoin

Mantan editor laman Wired, Mark Frauenfelder menuliskan kata sandi untuk wallet-nya di secarik kertas berwarna jingga pada Januari 2017. Di tahun yang sama, ia dan sang istri pergi ke Tokyo untuk berlibur selama sebulan. Sepulang traveling, Frauenfelder tidak lagi dapat menemukan kertas password miliknya.

Ternyata, ART yang ia sewa selama liburan membuang kertas tersebut ke tempat sampah. Tak mau ambil pusing, Frauenfelder mencoba memasukkan kode keamanan yang ia ingat ketika mengakses wallet, namun ternyata gagal. Kegagalan tersebut berlangsung selama berbulan-bulan sejak April hingga Agustus 2017.

Tidak habis akal, Frauenfelder berusaha meretas sendiri vault Bitcoin pribadinya, tapi ia tetap tak berhasil. Mulai putus asa, akhirnya ia menghubungi ahli Bitcoin yang kemudian mengenalkannya pada akhli coding berusia 15 tahun.

Remaja yang tak disebutkan namanya itu akhirnya membantu Frauenfelder untuk meretas komputer dan vault Bitcoin untuk menemukan kata sandi yang terlupa. Sebagai balas jasa, Frauenfelder membayar ahli coding itu sebesar 3.700 dolar Amerika atau setara dengan 51,9 juta rupiah. Duh, mahal dan menyulitkan sekali, ya.

Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya lupa password seperti yang dialami Mark Frauenfelder, Anda bisa menggunakan layanan dari Zipmex. Dengan membuka akun di Zipmex, Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan atau kelupaan public key maupun private key.

Public key akan terpasang langsung dengan Zipmex. Begitu membuka akun, anda akan langsung terhubung dengan wallet, sehingga tak lagi perlu memasukkan private key. Transaksi aset kripto juga dapat dilakukan dengan mudah dan murah. Cepat, aman, dan nyaman, kan.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter