5 Aset Kripto Paling Populer Selain Bitcoin

Posted on January 28, 2021 in Articles, Kriptopedia
View all Articles

Dalam dunia investasi aset kripto, Bitcoin tentu merupakan aset kripto paling populer dan sudah menjadi top of mind bagi pada investor. Naik turun nilainya pun tak luput dari perhatian. Seiring dengan nilainya yang terus melejit, makin banyak orang-orang awam yang mulai tertarik untuk berinvestasi dan menggeluti trading aset kripto ini. 

Namun, selain Bitcoin sebenarnya masih ada banyak aset kripto lainnya yang bisa dijadikan sebagai pilihan investasi. Di antara ribuan aset kripto, ada lima cryptocurrency selain Bitcoin yang paling populer di dunia. Kelima aset ini bisa jadi alternatif pilihan Anda ketika melakukan diversifikasi aset.

Ethereum (ETH)

Ethereum adalah aset kripto paling populer kedua setelah Bitcoin. Dibuat pada 2015 oleh Vitalik Buterin, ETH merupakan cryptocurrency berbasis blockchain yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi dan smart-contract. Ada banyak jenis token yang dihasilkan oleh developer di atas blockchain ETH, dan aset kripto ini bisa digunakan untuk keseluruhan jenis transaksinya. 

Keunggulan lainnya dari ETH adalah menjadi platform yang paling populer untuk membangun smart-contract. Smart-contract (kontrak pintar) merupakan istilah yang digunakan dalam menggambarkan protokol komputer yang memfasilitasi kontrak atau perjanjian antara satu pihak dengan pihak lainnya dengan menggunakan kode, tanpa pihak ketiga. 

Pada tahun 2021, Ethereum berencana untuk mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Work menjadi Proof-of-Stake. Langkah ini akan memungkinkan network Ethereum berjalan sendiri dengan energi yang jauh lebih sedikit serta kecepatan transaksi yang lebih baik. Proof-of-stake dapat membantu mengamankan jaringan dan mempermudah proses transaksi yang sedang dilakukan. 

contoh aset kripto paling populer
Source: Pexels.com

Litecoin (LTC)

Didirikan pada tahun 2011 oleh mantan karyawan Google, Charlie Lee, Litecoin memiliki banyak kesamaan dengan Bitcoin. Hal ini dikarenakan LTC merupakan fork dari aset kripto yang paling terkenal, yaitu Bitcoin. Pada dunia perdagangan aset kripto, forking atau percabangan terjadi sebagai bentuk solusi dari perdebatan atau argumen antara developer dan penambang.

LTC dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan waktu transaksi dan menurunkan biaya transaksi. Tidak seperti kebanyakan aset digital lainnya, daftar bisnis yang menerima transaksi Litecoin berkembang pesat. Hingga hari ini, nilai market cap LTC adalah 8,812 miliar dolar AS.

Bitcoin Cash (BCH)

Aset kripto paling populer berikutnya adalah Bitcoin Cash. Aset digital yang satu ini memiliki peran penting dalam sejarah altcoin, karena ini adalah salah satu hard-fork paling sukses Bitcoin. Diluncurkan pada Agustus 2017 sebagai hard-fork dari Bitcoin, BCH meningkatkan ukuran blok dari 1 MB menjadi 8 MB. 

BCH diciptakan dengan gagasan untuk membuat blok yang lebih besar dapat menampung lebih banyak transaksi di dalamnya. Oleh karena itu, kecepatan transaksi BCH lebih cepat dibandingkan dengan Bitcoin. Perbedaan lainnya antara BCH dan BTC adalah penghapusan protokol Segregated Witness (SegWit) yang berdampak pada ruang blok.

Ripple (XRP)

Ripple adalah aset kripto yang sangat unik. Berbeda dengan BTC yang memfokuskan diri untuk transaksi pembayaran dan pembelian, XRP berfokus sebagai payment settling. Terutama untuk transaksi maupun transfer pembayaran internasional dengan lebih murah dan efisien. 

Didirikan pada 2012, Ripple Labs hanya mencetak 100 miliar dan mengontrol seluruh asetnya yang bergerak di pasar. XRP juga memiliki hubungan strategis dan melakukan kerjasama dengan banyak lembaga keuangan besar. Dua di antaranya adalah American Express dan Santander.

Tether (USDT)

Aset kripto paling populer yang datang dari kelompok stablecoin yakni Tether. USDT diciptakan untuk mematok nilai pasar aset kripto terhadap mata uang fiat untuk mengurangi volatilitas. Sebab cryptocurrency memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan pergerakan naik turun harga yang signifikan. 

Hadirnya USDT dan stablecoin disiapkan untuk menjaga fluktuasi harga. Sehingga harga USDT terikat langsung dengan harga dolar AS. Karakter tersebut memungkinkan pengguna untuk lebih mudah melakukan transfer dari aset kripto lain ke dolar AS dalam waktu singkat. 

Kelima aset kripto di atas termasuk dalam kategori altcoin. Altcoin atau alternative coin adalah sebutan bagi seluruh aset digital selain Bitcoin. Altcoin termasuk cryptocurrency yang juga menggunakan teknologi blockchain. Sehingga memungkinkan transaksi peer-to-peer yang aman.

Secara fungsi, altcoin dan Bitcoin memiliki kegunaan yang sama, begitu pula dengan cara transaksinya. Dengan menggunakan private key, Anda dapat melakukan transaksi melalui digital wallet Anda ke digital wallet pengguna lain. 

Selain itu, aset kripto seperti altcoin juga memiliki blockchain, atau recording ledger. Blockchain menjadi ruang publik untuk mencatat seluruh transaksi secara permanen dan. Sehingga trading tidak dapat diubah atau ditolak setelah transaksi berhasil dilakukan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Aset-aset Tersebut?

Kelima aset ini bisa Anda dapatkan melalui Zipmex. Zipmex merupakan platform perdagangan aset kripto dengan tingkat keamanan tinggi dan legal di Indonesia. Nikmati layanan investasi dan trading dengan harga terbaik dan likuiditas yang tinggi. Ditambah lagi biaya trading dan pembayaran yang rendah dan terjangkau, hanya 0,2 persen saja per transaksi. 

Seluruh layanan dan keunggulan Zipmex ini bisa Anda dapatkan hanya dalam satu langkah mudah. Terutama bagi Anda yang baru menjajaki dunia kripto untuk berinvestasi maupun trading. Segera daftarkan diri Anda sebagai ZipMember dan raih beragam keuntungan dan kemudahan bersama Zipmex!