3 Cara Efektif Meminimalisir Kerugian dalam Trading Kripto

Posted on February 05, 2021 in Articles, Investasi, Kriptopedia
View all Articles

Trading dengan aset kripto menjadi salah satu cara mendapatkan cuan yang menarik dalam beberapa tahun belakangan. Bahkan keuntungan yang didapatkan bisa mencapai jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah, lho! 

Namun, tidak sedikit juga trader yang mengalami kerugian besar akibat melakukan jual-beli secara kurang berhati-hati.

Dilansir Coinrivet, seorang trader dengan username JOE007 dikabarkan mengalami kerugian sebesar 26 juta dolar AS dalam kurun waktu 1 minggu. Kejadian itu terjadi pada bulan November 2019 yang lalu.

Kisah kerugian seperti yang dialami JOE007 tentu saja membuat sebagian pihak merasa was-was dan takut untuk melakukan trading kripto. Anda mungkin saja jadi salah satu di antaranya. 

Untuk membantu Anda menghindari risiko kerugian, simak panduan singkat yang telah dirangkum Zipmex berikut. 

Ketahui risiko dan strategi dalam melakukan trading

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum atau sudah telanjur melakukan trading kripto adalah mengetahui risiko yang akan dihadapi. Dalam melakukan trading, sedikitnya ada lima risiko yang harus diawasi dengan seksama. Lima risiko tersebut antara lain:

Risiko Legalitas

Beberapa negara di dunia belum memiliki regulasi yang jelas dan mendetail mengenai aset kripto. Hal ini membuat legalitas aset kripto kerap dipertanyakan oleh banyak pihak. Situasi ini bisa menjadi berbahaya jika sewaktu-waktu pihak yang berwenang mengklaim bahwa peredaran aset kripto merupakan tindakan ilegal di wilayahnya.

Untuk meminimalisir hal ini, upaya yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari informasi terbaru setiap harinya mengenai aset kripto di tempat Anda tinggal. Alternatif lainnya adalah  dengan menggunakan cara yang lebih advanced, yaitu dengan mencari koneksi dengan pihak terkait. Cara ini bisa membantu Anda mendapatkan informasi terbaru tentang legalitas aset kripto.

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas terjadi ketika aset kripto yang dimiliki ternyata tidak likuid atau sulit untuk dijual maupun dicairkan dalam bentuk valuasi yang lainnya. Hal itu tentunya akan sangat merugikan trader. Terutama yang membutuhkan dana cepat untuk melakukan transaksi jual beli.

Salah satu cara yang bisa dicoba agar trading enggak terhambat adalah dengan membuat alokasi dana. Anda bisa mengalokasikan sebagian uang untuk dana darurat yang khusus digunakan untuk melakukan trading kripto. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengandalkan leverage dalam berinvestasi atau saat trading dan memperbesar peluang risiko. 

Risiko Pasar

Selanjutnya, ada risiko pasar. Risiko pasar merupakan situasi yang sangat umum terjadi. Jenis risiko ini terjadi karena yang adanya volatilitas aset kripto. Dalam volatilitas, aset kripto akan mengalami nilai yang naik dan turun sesuai permintaan pasar.

Sebetulnya tidak ada strategi khusus untuk mengatasi risiko pasar. Sebab risiko pasar biasanya dipengaruhi banyak faktor, sehingga nilainya sangat dinamis. Untuk meminimalisir risikonya, Anda bisa mempelajari berbagai macam informasi, salah satunya adalah grafik candlestick. 

Anda juga bisa meminimalisir risiko dengan melakukan diversifikasi aset kripto. Sehingga, apabila salah satu aset kripto Anda mengalami guncangan hebat hingga valuasinya anjlok, Anda tak perlu merugi terlalu banyak. 

Baca juga: Cara Membaca Pola Candlestick untuk Pemula

Risiko Operasional

Risiko operasional merupakan risiko yang menyangkut kepada platform perdagangan aset kripto yang trader pilih ketika melakukan investasi atau trading. Risiko operasional terjadi ketika platform tersebut sedang mengalami kendala teknis, sehingga merugikan trader secara langsung maupun tidak langsung.

Sebaiknya Anda memilih platform yang memiliki kredibilitas baik agar risiko keempat ini bisa diminimalisir. Salah satu platform perdagangan aset kripto yang bisa Anda pertimbangkan adalah Zipmex. Zipmex merupakan platform perdagangan aset digital yang legal dan aman dan sudah teregulasi oleh BAPPEBTI dan juga Kemkominfo.

Risiko Serangan Siber

Terakhir yang juga tak kalah penting adalah risiko serangan siber. Untuk mencegah risiko ini terjadi, sebaiknya Anda selalu melengkapi diri dengan antivirus terbaik pada device yang digunakan. 

Pilihlah yang mampu menangkal serangan malware, spyware hingga serangan hacker. Disamping itu, jangan membagikan akun Anda kepada siapapun serta gantilah password secara berkala. Dengan begitu, risiko serangan siber bisa jauh diminimalisir.

Jangan panik saat Market Bearish

Trading kripto
Pexels/energepic

Umumnya, trader akan merasa panik dan melakukan aksi jual ketika nilai aset kripto yang dimiliki mengalami penurunan yang signifikan. Alih-alih menjual, Anda justru harus melakukan HODL dan menunggu situasinya membaik. Kepanikan hanya akan membuat Anda bertindak tidak rasional dan menjual seluruh aset tanpa berpikir panjang. 

Tindakan FOMO ini biasanya terjadi pada trader yang baru pertama kali mencoba berinvestasi aset kripto. Oleh karena itu, Anda harus terbiasa dengan situasi tersebut agar mentalnya terus terasah dengan baik guna mendapatkan profit.

Hindari Menggunakan Leverage untuk Trading

Terakhir, hindari menggunakan leverage ketika memutuskan untuk trading. Alokasikan dana khusus untuk berinvestasi atau trading. Hindari menggunakan dana hasil pinjaman saat bertransaksi. Sebab, hal tersebut bisa menjadi bencana, jika nilai aset kripto menurun. Dengan menggunakan alokasi dana pribadi, Anda bisa menekan kerugian.

———————————————

Cryptocurrency legal di Indonesia berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Bursa (Bappebti) pada Februari 2019.

Yuk, ikuti perkembangan dunia cryptocurrency dan trading aset digital hanya di akun media sosial Zipmex:

zipmex.co.id

Instagram Facebook Twitter